Warga Boyolali Arak Ratusan Sapi dan Kambing, Tradisi Unik Bakda Kupat

Warga Boyolali Arak Ratusan Sapi dan Kambing, Tradisi Unik Bakda Kupat
Warga Dusun Mlambong Desa Sruni melaksanakan kenduri dan makan bersama di sepanjang jalan. (gts)

Boyolali, SERU.co.id – Masyarakat Dusun Mlambong, Desa Sruni, Kecamatan Musuk, Boyolali, arak-arakan sekitar 300-400 ekor sapi dan kambing. Sebagai tradisi unik kirab hewan ternak merayakan Tradisi Bakda Kupat atau Lebaran Ketupat, Sabtu (28/3/2026) atau pada 8 Syawal 1447 Hijriah.

Tokoh masyarakat Desa Sruni, Jaman menjelaskan, tradisi ini merupakan agenda tahunan sebagai warisan Wali Songo untuk menghormati Nabi Sulaiman. Selain aspek spiritual, kirab ini memiliki fungsi sosial dan praktis bagi masyarakat yang mayoritas bekerja sebagai peternak.

Bacaan Lainnya

“Acara seperti ini sebenarnya untuk mempererat tali silahturahmi. Secara teknis, arak-arakan ini membuat sapi-sapi warga saling bertemu, diharapkan bisa merangsang birahi agar ternak cepat bunting. Selain itu, kami berharap, hasil tani melimpah, karena kotoran ternak di sini menjadi pupuk utama lahan warga,” seru Jaman.

Kegiatan dimulai sejak pukul 06.30 WIB dengan kenduri bersama di sepanjang jalan pedesaan. Warga duduk beralas tikar, saling berbagi makanan dan bertukar lauk pauk. Setelah doa bersama, hewan ternak seperti sapi, kambing, hingga unggas diberi makan ketupat, selanjutnya dikirab berkeliling kampung menuju panggung utama.

Di penghujung acara ditandai iring-iringan gunungan hasil bumi setinggi dua meter yang diikuti oleh tarian Reog Buto Gedruk. Sesampainya di panggung utama, warga langsung menyerbu gunungan tersebut untuk ‘ngalap berkah’.

Versi Bahasa Inggris

Uniknya, hasil bumi berupa sayuran dan buah-buahan yang didapat tidak untuk dimasak, melainkan ditanam kembali atau dijadikan pakan ternak. Sebagai simbol harapan agar pertanian subur dan ternak berkembang biak.

“Saya ambil daun adas, terong dan buncis. Ini untuk pakan sapi, agar sapinya tambah banyak dan rezeki ke depan lebih baik,” ucap Hanifa, salah satu warga yang ikut berebut gunungan. (gts/rhd)

 

disclaimer

Pos terkait

iklan lowongan marketing seru.co.id