Menteri LH Dorong Kota Malang Kejar Adipura, Pemkot Diminta Gencarkan Korve

Menteri LH Dorong Kota Malang Kejar Adipura, Pemkot Diminta Gencarkan Korve
Menteri LH dan Wali Kota Malang mengikuti korve di kawasan Jalan Ijen. (Seru.co.id/bas)

Malang, SERU.co.id – Menteri Lingkungan Hidup (LH) mendorong Kota Malang terus mengejar predikat Kota Adipura. Ia meminta Pemerintah Kota (Pemkot) terus menggencarkan korve atau kerja bakti massal, agar berikutnya bisa meraih penghargaan tersebut.

Menteri LH, Dr Hanif Faisol Nurofiq SHut MP mengungkapkan, capaian pengelolaan sampah di Kota Malang sudah cukup baik. Dengan cakupan layanan mencapai 99 persen, berhasil mengantarkan kota ini meraih predikat Menuju Kota Bersih.

Bacaan Lainnya

“Sebagian besar sampah sudah masuk TPA. Kemudian ditangani dengan sistem sanitary landfill, sesuai amanat Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008,” seru Hanif usai mengikuti korve di kawasan Jalan Ijen, Minggu (29/3/2026).

Selain itu, nilai capaian kebersihan Kota Malang saat ini berada di angka 73,5 atau kurang dua poin menuju predikat Adipura. Namun, Hanif menegaskan, penghargaan bukanlah tujuan utama.

Wali Kota Malang diminta menggencarkan korve dan mengolah sampah dengan baik untuk meraih predikat Kota Adipura. (Seru.co.id/bas)
Wali Kota Malang diminta menggencarkan korve dan mengolah sampah dengan baik untuk meraih predikat Kota Adipura. (Seru.co.id/bas)

“Ini bukan sekadar soal predikat. Tetapi kewajiban kita menghadirkan lingkungan yang baik bagi masyarakat, sebagaimana diamanatkan dalam konstitusi,” tegasnya.

Sebagaimana diketahui, Kementerian Lingkungan Hidup untuk pertama kalinya memutuskan tidak memberikan penghargaan Adipura di tahun 2026. Pasalnya, dalam skema penilaian terbaru belum ada daerah yang memenuhi standar nasional pengelolaan sampah secara menyeluruh.

Kendati demikian, pihaknya memberikan penghargaan Menuju Kota/Kabupaten Bersih kepada 35 daerah, termasuk Kota Malang. Penghargaan tersebut diberikan bagi daerah yang telah berupaya mengoptimalkan pengelolaan sampah.

Di sisi lain, Hanif menyampaikan, kehadirannya dalam rangka mempercepat penanganan sampah secara nasional. Sebagaimana arahan Presiden Prabowo Subianto, seluruh daerah ditargetkan mampu menyelesaikan persoalan sampah paling lambat tahun 2029.

“Hari ini kami di Kota Malang bersama Wali Kota dan bupati untuk menindaklanjuti percepatan pembangunan waste to energy. Ini penting, karena volume sampah di Malang Raya cukup besar,” ungkapnya.

Ia menyebut, salah satu langkah mendasar yang harus dilakukan adalah pemilahan sampah sejak dari sumber. Karena itu, ia mengajak masyarakat Kota Malang turut berpartisipasi aktif dalam kegiatan korve.

“Tanpa pilah sampah, biaya pengelolaan di hilir akan sangat berat. Karena itu, kesadaran masyarakat menjadi kunci utama,” ujarnya.

Sementara, Wali Kota Malang, Dr Ir Wahyu Hidayat MM menyatakan, pihaknya telah menindaklanjuti arahan pusat dengan berbagai program peningkatan kesadaran masyarakat. Salah satunya menggencarkan korve setiap Rabu dan Jumat, hingga pembiasaan pola hidup bersih bagi pelajar di sekolah.

“Kami terus menggerakkan kerja bakti bersama. Bahkan anak-anak sekolah sebelum masuk sudah harus kerja bakti. Ini bagian dari upaya membangun kesadaran sejak dini,” terangnya.

Versi Bahasa Inggris

Ia juga menyoroti adanya masyarakat yang masih membuang sampah sembarangan. Hal tersebut menjadi salah satu penyebab banjir di Kota Malang.

“Dengan kehadiran Bapak Menteri LH, kami berharap semakin meningkatkan kesadaran masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya. Mari kita jaga lingkungan kita, dimulai dari membuang sampah pada tempatnya dan memilah sampah dari rumah,” pungkasnya. (bas/mzm)

 

disclaimer

Pos terkait

iklan lowongan marketing seru.co.id