Sumenep, SERU.co.id – Kepedulian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep dalam membantu dan meringankan beban ekonomi warganya saat hendak pulang kampung untuk mudik Lebaran, sudah menyiapkan anggaran Rp1,1 miliar dari APBD Sumenep.
Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo sudah tak diragukan lagi dengan memberikan perhatian khusus kepada warganya yang ada di luar kota, khususnya perantau di Jakarta dan sekitarnya. Khusus mudik lebaran, Bupati menyiapkan fasilitas layanan gratis dengan 2 jalur, baik transportasi darat maupun transportasi laut.
Bupati Fauzi menegaskan, mudik gratis bukan sekadar agenda tahunan. Melainkan bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap kondisi sosial dan ekonomi warganya di tanah rantau.
“Ini bentuk perhatian kami agar warga Sumenep tetap bisa berkumpul dengan keluarga tanpa terbebani biaya transportasi yang biasanya melonjak saat Lebaran,” serunya.
Menurutnya, momentum Hari Raya Idulfitri jadi ajang silaturahmi memperkuat ikatan kekeluargaan. Pemerintah daerah berkomitmen menghadirkan kebijakan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Untuk pelaksanaan tahun ini, keberangkatan dijadwalkan pada Sabtu, 14 Maret 2026, pukul 05.30 WIB. Peserta diminta hadir lebih awal di Parkir Timur Selatan Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat. Itu sebagai titik kumpul sebelum diberangkatkan menuju Sumenep.
Rombongan akan menempuh jalur darat sebelum akhirnya disambut di Pendopo Keraton Sumenep, ikon sejarah yang menjadi simbol kepulangan sekaligus kebanggaan daerah.
Pendaftaran dapat dilakukan dengan menghubungi Yadi dengan nomor Telpon 0817 388 378. Calon peserta diwajibkan melampirkan scan atau fotokopi KTP maupun identitas lain yang menunjukkan sebagai warga asli Sumenep.
Pemkab Sumenep memastikan, armada yang disiapkan memenuhi standar keselamatan dan kenyamanan. Dengan demikian, para pemudik diharapkan dapat melakukan perjalanan secara aman, tertib, dan nyaman hingga tiba di kampung halaman.
Program Mudik Gratis ini diprediksi kembali mendapat sambutan antusias, mengingat tingginya biaya transportasi saat musim Lebaran. Pemerintah daerah pun mengimbau masyarakat segera mendaftar sebelum kuota terpenuhi. Agar kesempatan pulang kampung dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya.
“Program ini bukan sekadar memfasilitasi perjalanan pulang kampung. Tetapi juga bentuk perhatian dan kehadiran pemerintah di tengah masyarakat, khususnya warga Sumenep yang bekerja dan merantau di Jakarta,” ujar Bupati Fauzi.
Dari sisi teknis, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disperkimhub Sumenep, Acmad Zulkarnaen, memaparkan sudah menyiapkan 8 armada bus untuk jalur darat. Masing-masing berkapasitas 45 kursi dengan rincian biaya Rp260 juta digelontorkan untuk moda transportasi ini.
Sedangkan untuk pemudik lebaran di kepulauan, Pemkab Sumenep juga menyiapkan armada laut sebanyak 4 kapal. Empat kapal yang melayani rute tersebut adalah Dharma Kartika, Citra Dharma, DBS 3, serta Sabuk Nusantara.
“Betul, Rp260 juta untuk transportasi darat. Sedangkan Rp850 juta untuk bayar tiket sewa kapal. Jumlah pasti kuota peserta satu bus ada 45 kursi, kalikan saja jumlahnya,” jelasnya,
Zul sapaan akrabnya, menegaskan bukan menyewa kapal secara penuh, melainkan pembelian tiket penumpang oleh pemerintah daerah.
”Bukan sewa kapal, tapi sistemnya beli tiket penumpang, Pemkab yang bayar ke pihak kapal,” tutupnya. (edo/mzm)









