Malang, SERU.co.id – Program bantuan becak listrik dari Presiden Prabowo Subianto di Kota Malang diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan para tukang becak. Merespons kenyataan penghasilan tukang becak listrik masih tetap minim. DPRD Kota Malang mendesak Pemkot Malang menciptakan program ekosistem ekonomi becak listrik.
Anggota Komisi D DPRD Kota Malang, Suryadi SPd MM mengungkapkan, kondisi tersebut harus menjadi evaluasi penting bagi pemerintah daerah. Menurutnya, bantuan kendaraan saja tidak cukup untuk meningkatkan kesejahteraan para tukang becak listrik.

“Pemkot Malang perlu menyiapkan aturan teknis yang jelas, agar program becak listrik bisa berjalan optimal. Yang perlu diatur seperti tarif, jalur operasional, titik mangkal, standar keselamatan berkendara, hingga integrasi dengan sistem transportasi kota,” seru Suryadi, Kamis (12/3/2026).
Daftar Isi
DPRD Kota Malang Dorong Dinas Terkait Berkolaborasi Dampingi Komunitas Becak Listrik
Ia menegaskan, regulasi tersebut penting, supaya becak listrik tidak hanya menjadi bantuan simbolis. Kehadiran becak listrik harus benar-benar menjadi sumber penghidupan yang layak bagi para pengemudinya.
“Kami juga mendorong pemberian pendampingan kepada para pengemudi becak listrik. Dinas terkait seperti Dishub, Dinsos P3AP2KB dan Diskopindag harus berkolaborasi,” ujarnya.
Pendampingan tersebut meliputi pendataan yang jelas, pembinaan berkala, serta penguatan kelembagaan melalui koperasi atau paguyuban. Dengan begitu, tukang becak tidak berjalan sendiri-sendiri, tetapi memiliki wadah untuk memperjuangkan kepentingan mereka.
“Pemkot Malang juga harus menciptakan ekosistem ekonomi yang sehat, agar mereka memiliki pasar penumpang yang jelas. Misalnya, menempatkan becak listrik di zona-zona strategis seperti kawasan wisata, alun-alun, stasiun, pasar, hingga area kampus,” terangnya.
Usulkan Becak Listrik Terintegrasi Wisata Kota
Selain itu, becak listrik juga dapat diintegrasikan dengan konsep wisata kota dan transportasi ramah lingkungan. Penyediaan fasilitas pengisian daya serta promosi kepada wisatawan dinilai penting, agar becak listrik dapat menjadi ikon transportasi ramah lingkungan.
“Pemerintah juga bisa memberikan pelatihan pelayanan wisata, pendampingan manajemen keuangan, hingga kolaborasi dengan sektor pariwisata dan UMKM. Jika pemberdayaan dilakukan secara serius, bantuan ini akan meningkatkan kesejahteraan tukang becak dan memperkuat ekonomi kerakyatan Kota Malang,” ungkapnya.
Versi Bahasa Inggris
Nasib Memprihatinkan Tukang Becak Listrik
Sebelumnya, ramai pemberitaan tentang nasib tukang becak listrik yang hanya mendapatkan penghasilan Rp15 ribu dalam tiga hari. Meski telah mendapatkan bantuan becak listrik, seorang tukang becak bernama Bambang mengakui, kondisi ekonominya masih memprihatinkan.
“Pendapatan kami memang tidak menentu. Kadang dalam sehari tidak ada penumpang, bahkan akhir-akhir ini tiga hari cuma satu penumpang,” bebernya.
Diakuinya, sebenarnya bantuan becak listrik dari Presiden Prabowo diharapkan mendongkrak penghasilannya. Namun kenyataannya, sangat sedikit orang yang mau menaiki becak listrik.
“Walaupun mangkal dekat stasiun, tetap sama. Banyak orang lebih memilih naik ojek online, karena tarifnya lebih murah dan jelas,” imbuhnya.
Minimnya penghasilan yang didapat, membuat Bambang dan sebagian rekan-rekannya jarang pulang ke rumah. Bahkan, mereka kerap bertahan hidup dengan bantuan makanan, sembako maupun pemberian amplop dari orang lain.
“Ya semua disyukuri saja. Alhamdulillah, meski penghasilan sedikit yang penting saya tidak sampai mencuri,” tandasnya. (bas/rhd)









