Malang, SERU.co.id – Universitas Brawijaya (UB) kembali berbagi kebahagiaan di bulan suci Ramadan. Sebanyak 570 anak yatim dari berbagai lembaga di Malang Raya tersenyum bahagia usai menerima santunan dari UB.
Wakil Rektor I Bidang Akademik UB, Prof Dr Ir Imam Santoso MP mengungkapkan, rasa syukur atas terselenggaranya santunan ini. Ia menegaskan, UB sebagai lembaga publik harus memiliki kepedulian kepada masyarakat sekitar.
“UB sebagai lembaga publik juga harus punya kepedulian sosial kepada masyarakat sekitar. Ini adalah wujud solidaritas kita sebagai sesama manusia, terutama di bulan Ramadan kita harus meningkatkan itu,” seru Imam, Rabu (11/3/2026) petang.
Imam menjelaskan, berbagai kegiatan santunan seperti pemberian sembako kepada masyarakat tidak mampu melalui Bazis UB. Adapun kegiatan santunan anak yatim ini dilakukan melalui Unit Pelaksana Teknis Pembinaan Keagamaan dan Pengembangan Karakter (UPT PKPK UB) yang membawahi Pusat Pembinaan Agama (PPA).
“Kami melakukan seleksi untuk memastikan bahwa santunan itu secara administrasi bisa dipertanggungjawabkan. Misalnya yayasannya harus jelas, berbadan hukum dan berizin,” ungkapnya.
Menurutnya, proses verifikasi tersebut membuat jumlah penerima tahun ini berkurang dibandingkan sebelumnya. Namun ke depan, UB berencana memperluas cakupan wilayah penerima bantuan, sehingga semakin banyak pihak yang merasakan manfaatnya.
“Kami juga mengajak anak-anak yatim yang hadir untuk berbuka puasa bersama. Jadi ada banyak kegiatan keagamaan yang digelar di Masjid Raden Patah UB, mulai dari santunan, pengajian, hingga ceramah,” terangnya.
Ketua UPT PKPK UB, Dr Mohamad Anas MPhil menjelaskan, kegiatan santunan ini merupakan agenda rutin tahunan. Setiap kali menyemarakkan Ramadan, ada puluhan lembaga anak yaim se-Malang Raya yang diundang untuk menerima santunan.
“Untuk tahun ini kami mengundang 57 lembaga anak yatim se-Malang Raya dengan total sekitar 570 anak. Dari setiap lembaga kami mengundang 10 anak,” terangnya.
Dalam kegiatan ini, setiap anak menerima santunan sebesar Rp200 ribu. Dana kegiatan berasal dari anggaran sosial UB yang memang dialokasikan setiap tahun untuk program serupa.
“Tujuannya untuk berbagi kepada adik-adik kita yang sudah ditinggalkan orang tua. Mudah-mudahan sedikit yang kami berikan ini bisa bermanfaat bagi mereka,” pungkasnya.
Selama acara berlangsung, raut senyum terpancar dari wajah anak-anak yang hadir. Mereka mengikuti rangkaian acara dengan antusias didampingi oleh pengurus masing-masing lembaga. (bas/rhd)









