Malang, SERU.co.id – Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Brawijaya (UB) menjalani audit First Surveillance Visit standar SNI ISO 21001:2018. Dalam audit tersebut, sebanyak enam prodi menjadi sampel penilaian standar pendidikan internasional.
Ketua Gugus Jaminan Mutu (GJM) FMIPA UB, Darmanto mengungkapkan, audit bertujuan menilai kesesuaian penerapan sistem manajemen pendidikan dengan standar internasional. Audit berlangsung selama lima hari, mulai Senin-Jumat (2-6/3/2026), dengan cakupan pemeriksaan di sejumlah departemen dan prodi FMIPA UB.
“Audit ini menjadi bagian dari evaluasi rutin untuk memastikan sistem manajemen pendidikan di lingkungan fakultas berjalan konsisten dan mengalami peningkatan. Berbeda dengan akreditasi yang dilaksanakan setiap lima tahun, sertifikasi ISO memiliki audit surveillance setiap tahun,” seru Darmanto.
Ia menambahkan, audit surveillance ini merupakan tahapan evaluasi tahunan setelah proses resertifikasi ISO yang terakhir dilakukan pada 2025. Adapun resertifikasi ISO juga dilakukan setiap lima tahun sekali.
Dalam audit kali ini, tim auditor menilai implementasi sistem manajemen pendidikan di lima departemen, yaitu Matematika, Fisika, Kimia, Biologi.dan Statistika. Karena cakupan area audit cukup luas, proses pemeriksaan dilakukan dengan metode sampling.
“Sebanyak enam program studi dipilih sebagai sampel. Antara lain, Program Sarjana Ilmu Aktuaria, Sarjana Sains Data, Sarjana Instrumentasi, Magister Kimia, Magister Biologi, serta Doktor Ilmu Fisika,” terangnya.
Sejumlah aspek menjadi fokus penilaian audit, mulai dari kurikulum, proses pembelajaran, penerimaan mahasiswa, kualitas lulusan, hingga fasilitas pendukung pembelajaran. Selain itu, auditor juga melakukan visitasi langsung ke departemen terkait untuk memastikan implementasi sistem berjalan sesuai standar.
“Berbeda dengan akreditasi yang menggunakan penilaian berbasis angka, audit ISO menghasilkan rekomendasi dan masukan sebagai dasar evaluasi sistem manajemen pendidikan. Hasil tersebut nantinya menjadi pertimbangan dalam menentukan kelayakan perpanjangan sertifikat,” ungkapnya.
Darmanto menegaskan, audit surveillance ini merupakan bagian penting dari sistem jaminan mutu untuk menjaga kualitas pendidikan. Menurutnya, kualitas pendidikan harus dijaga mulai dari tingkat prodi hingga tingkat fakultas.
“Melalui audit ini, kita dapat memastikan sistem manajemen yang diterapkan berjalan dengan baik di seluruh unit kerja. Sekaligus menjadi momentum evaluasi, supaya mutu layanan pendidikan terus meningkat,” ujarnya.
Ke depan, FMIPA UB juga berencana memperluas cakupan audit ISO dengan menambahkan prodi Sarjana Bioinformatika pada proses resertifikasi berikutnya. Dengan penerapan standar manajemen pendidikan berbasis SNI ISO 21001:2018, FMIPA UB berharap dapat memperkuat kualitas penyelenggaraan pendidikan. (bas/rhd)









