Akademisi UB Analisis Dampak Konflik Iran-AS, Posisi Diplomatis Indonesia Kian Tertekan

Akademisi UB Analisis Dampak Konflik Iran-AS, Posisi Diplomatis Indonesia Kian Tertekan
Akademisi UB menyoroti dampak konflik Iran-AS dan posisi diplomatis Indonesia yang kian tertekan. (ist)

Malang, SERU.co.id – Akademisi Universitas Brawijaya (UB) menganalisis dampak ketegangan yang terus meningkat antara Iran dan Amerika Serikat. Tidak hanya mempengaruhi stabilitas kawasan Timur Tengah, tapi juga menekan posisi diplomatis Indonesia.

Akademisi Hubungan Internasional UB, Abdullah SSos MHubInt mengungkapkan, dinamika geopolitik tersebut dapat mempengaruhi posisi Indonesia di kancah global. Terutama, setelah Indonesia terlibat dalam forum internasional Board of Peace (BoP), di mana Amerika Serikat menjadi salah satu aktor utamanya.

Bacaan Lainnya

“Ketika Indonesia berada dalam forum yang dipimpin negara besar seperti Amerika Serikat, ada potensi tekanan diplomatik. Bahkan tekanan ekonomi hingga keamanan untuk menunjukkan keberpihakan,” seru Abdullah, Kamis (5/3/2026).

Menurutnya, kondisi saat ini menempatkan Indonesia dalam situasi yang cukup sensitif untuk menentukan sikap. Apabila Indonesia dianggap terlalu dekat dengan salah satu blok kekuatan global, hubungan dengan blok lain bisa terdampak.

“Konsekuensinya bisa muncul dalam berbagai bentuk. Mulai dari hambatan perdagangan, penurunan investasi, hingga berkurangnya dukungan politik di forum internasional,” ungkapnya.

Di sisi lain, sikap yang terlalu berhati-hati atau ambigu juga berisiko bagi kredibilitas Indonesia di mata dunia. Kepercayaan global terhadap keterlibatan Indonesia dalam menjaga stabilitas global sangat berpotensi menurun.

“Jika terlalu ambigu, Indonesia bisa dianggap kurang berperan dalam menjaga stabilitas global dan menegakkan hukum internasional. Padahal selama ini Indonesia dikenal konsisten dengan prinsip politik luar negeri bebas dan aktif,” jelasnya.

Abdullah menilai, konflik Iran-AS juga berpotensi mempengaruhi kondisi ekonomi domestik. Ketidakstabilan di kawasan Timur Tengah dapat memicu gangguan pada pasar energi global yang berdampak pada kenaikan harga bahan bakar.

“Kondisi tersebut pada akhirnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat, termasuk kalangan mahasiswa. Dampaknya bisa terlihat dari kenaikan biaya transportasi, harga kebutuhan pokok, hingga tekanan ekonomi yang dirasakan keluarga mahasiswa,” terangnya.

Lebih jauh, ia mengingatkan, lonjakan harga energi berpotensi meningkatkan beban subsidi pemerintah. Jika tekanan fiskal meningkat, hal tersebut dapat mempengaruhi alokasi anggaran negara, termasuk anggaran pendidikan untuk beasiswa dan program pengembangan mahasiswa.

Di sisi lain, Abdullah menyoroti narasi konflik yang berkembang di ruang publik internasional. Ia menilai, konflik tersebut kerap dibingkai sebagai pertentangan internal dunia Islam antara Iran dan negara-negara Teluk yang bersekutu dengan Amerika Serikat.

“Padahal akar persoalannya lebih bersifat politik dan strategis. Iran menganggap memiliki legitimasi untuk mempertahankan diri berdasarkan Pasal 51 Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa,” ujarnya.

Dalam konteks tersebut, ia menekankan, pentingnya peran perguruan tinggi untuk memberikan pemahaman yang lebih komprehensif. Dengan begitu, masyarakat bisa memahami dan tidak menyederhanakan konflik menjadi persoalan ideologis semata.

“Penting bagi kampus menjelaskan bahwa ini adalah konflik politik internasional yang kompleks, bukan sekadar pertentangan ideologi. Forum akademik dan kajian ilmiah UB berupaya menghadirkan analisis berbasis data untuk membantu publik memahami dinamika geopolitik global secara objektif,” tegasnya.

Abdullah menegaskan, tantangan utama Indonesia saat ini adalah menjaga konsistensi politik luar negeri bebas aktif. Indonesia perlu mempertahankan kredibilitas di mata dunia internasional dalam menghadapi tekanan geopolitik dunia.

“Indonesia harus mampu menjaga keseimbangan dan tetap berperan dalam mendorong stabilitas global. Kampus jangan hanya membahas isu global secara kritis, tetapi kaitkan juga dengan kepentingan nasional serta dampaknya bagi masyarakat luas,” pungkasnya. (bas/mzm)

disclaimer

Pos terkait

iklan lowongan marketing seru.co.id