Batu, SERU.co.id – Bulan Ramadan selalu menjadi momentum emas bagi pelaku usaha kuliner, khususnya bisnis hantaran dan katering. Namun, di tengah lonjakan pesanan yang menjanjikan keuntungan berlipat, ancaman order fiktif atau pesanan palsu kerap menghantui para pengusaha.
Ketua Paguyuban Catering Pariwisata (PCP) Kota Batu, Robey Firmansyah mengungkapkan, modus penipuan ini biasanya menyasar pengusaha yang lengah karena terlalu antusias menerima pesanan dalam jumlah besar. Untuk mengantisipasi kerugian, ia membagikan sejumlah langkah preventif yang wajib diterapkan oleh para pelaku UMKM. Menurut Robey, kunci utama keamanan transaksi adalah penerapan uang muka atau Down Payment (DP).
“Minimal Dp masuk 50 persen lah. Jangan pernah memulai produksi sebelum ada dana yang masuk ke rekening,” seru Robey sapaannya.
Robey melanjutkan, langkah selanjutnya adalah verifikasi mutasi. UMKM Jangan hanya percaya pada foto bukti transfer yang dikirim lewat WhatsApp. Pastikan uangnya sudah masuk dengan mengecek mutasi rekening sendiri. Penipu sering menggunakan aplikasi edit foto untuk memalsukan resi transfer.
“Jangan ragu juga untuk melakukan pengecekan latar belakang pelanggan baru, terutama untuk pesanan berjumlah besar,” tuturnya.
Robey menambahkan, di zaman serba teknologi informasi ini, pelaku UMKM juga dapat memanfaatkan aplikasi pelacak nomor telepon untuk melihat rekam jejak digital nomor pemesan. Jika nomor tersebut ditandai sebagai ‘penipu’ oleh pengguna lain, segera batalkan pesanan. Mintalah titik lokasi (share loc) pengiriman secara akurat dan cocokkan dengan alamat yang diberikan.
“Waspadai juga modus “Terburu-buru”. Penipu sering kali menciptakan situasi darurat agar penjual tidak sempat berpikir jernih. Biasanya mereka pesan dalam jumlah sangat banyak untuk acara mendadak dan mendesak penjual agar segera menyiapkan pesanan tanpa mau mengikuti prosedur DP,” imbuh Robey.
Terakhir, tambah Robey, pentingnya bergabung dalam komunitas atau paguyuban. Melalui wadah ini, para pengusaha bisa saling berbagi informasi mengenai nomor telepon atau modus operandi terbaru yang sedang marak. Grup komunitas bisa dijadikan sebagai tempat bertanya jika menemui pesanan yang dirasa janggal.
”Rezeki tidak akan tertukar, namun ketelitian adalah kunci agar modal kita tidak ambyar,” pungkas Robey Firmansyah. (dik/ono)









