Malang, SERU.co.id – Universitas Brawijaya (UB) kembali mengukuhkan lima profesor baru dalam Sidang Terbuka Senat Akademik di Gedung Samantha Krida, Rabu (11/2/2026). Pengukuhan ini menghadirkan inovasi peternakan ruminansia hingga produk reformasi hukum.
Daftar Isi
Prof Dr Ir Mashudi MAgrScIPM ASEAN Eng
Prof Dr Ir Mashudi MAgrScIPM ASEAN Eng dikukuhkan sebagai Guru Besar di bidang Ilmu Teknologi Pakan Ternak Ruminansia dari Fakultas Peternakan UB. Ia menjadi profesor aktif ke-256 di UB dan ke-448 dari seluruh profesor yang telah dihasilkan UB.

Prof Mashudi memperkenalkan, Model Nutrisi Presisi Ruminansia Perah (NPRP) berbasis proteksi protein dan asam amino menggunakan tanin terkondensasi. Model NPRP dirancang untuk meningkatkan efisiensi pemanfaatan protein pakan pada sapi dan kambing perah di wilayah tropis.
“Ternak ruminansia memiliki peran strategis sebagai penyedia protein hewani melalui produksi susu sekaligus sumber pendapatan utama peternak rakyat. Keberhasilan produksi susu sangat ditentukan oleh pengelolaan nutrisi, khususnya protein yang merupakan komponen pakan dengan biaya tertinggi,” seru Mashudi, Rabu (11/2/2026).
Prof Dr Prija Djatmika SH MS
Prof Dr Prija Djatmika SH MS dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam bidang Ilmu Hukum Pidana Fakultas Hukum UB. Ia merupakan profesor aktif ke-14 di fakultas tersebut dan ke-257 di UB.
Ia memperkenalkan, konsep Clear-Asset Model. Ini adalah model pengembalian aset hasil tindak pidana korupsi yang menempatkan pemulihan aset sebagai inti keadilan.
“Model ini memformulasikan mekanisme pengembalian aset secara sistematis dan terpisah dari pemidanaan. Termasuk memungkinkan perampasan aset in rem tanpa harus menunggu putusan pidana dalam kondisi tertentu,” ungkapnya.
Diakuinya, Clear-Asset Model tetap menjamin kepastian hukum dan perlindungan hak asasi manusia. Ia optimis, model ini dapat menjadi rujukan reformasi hukum pengembalian aset korupsi di Indonesia.
Prof Dr Rernat Tri Yudani Mardining Raras MAppSc
Prof Dr Rernat Tri Yudani Mardining Raras MAppSc dikukuhkan sebagai profesor bidang Biokimia Biomolekuler Fakultas Kedokteran UB. Ia merupakan profesor aktif ke-259 di UB dan ke-451 secara keseluruhan.
Prof Tri Yudani mengusung, konsep protein rekombinan fungsi ganda yang dapat dimanfaatkan sebagai biomarker diagnostik, prototipe vaksin, hingga protein terapeutik. Selama 16 tahun, ia meneliti protein Ag38 sebagai model protein rekombinan terintegrasi.
“Paradigma yang memandang protein rekombinan hanya sebagai alat uji hipotesis terlalu sempit. Dengan satu protein yang dikarakterisasi secara komprehensif, kita bisa memperoleh berbagai luaran sekaligus, lebih efisien dari sisi waktu dan biaya,” terangnya.
Prof Dr dr Agustin Iskandar MKes SpPK(K)
Prof Dr dr Agustin Iskandar MKes SpPK(K) dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam bidang Ilmu Patologi Klinik/Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran UB. Ia menjadi profesor aktif ke-260 di UB dan ke-452 secara keseluruhan.
Prof Agustin memperkenalkan, Model HOPE-ID (Host-Oriented Prognostic Evaluation in Infectious Diseases) sebagai paradigma baru penilaian prognosis penyakit infeksi berbasis respons inang. Model HOPE-ID mengintegrasikan biomarker inflamasi, disfungsi endotel, parameter molekuler, serta faktor klinis dalam satu kerangka evaluasi multidimensional.
“HOPE-ID membuka peluang prediksi luaran klinis yang lebih presisi. Bahkan dapat dikembangkan dengan kecerdasan artifisial untuk mendukung pengambilan keputusan klinis yang lebih tepat waktu,” jelasnya.
Ia menuturkan, masyarakat tidak perlu takut dengan kehadiran penilaian kesehatan berbasis aplikasi AI ini. Pasalnya, aplikasi dirancang dengan sangat sistematis serta digunakan khusus untuk pasien yang telah didiagnosa penyakitnya oleh dokter. Sehingga, ke depan pasien tersebut dapat menentukan langkah lanjutan manakala menghadapi gejala medis.
Prof Dr dr Tatit Nurseta SpOG Subsp Onk
Prof Dr dr Tatit Nurseta SpOG Subsp Onk dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam bidang Ilmu Obstetrik dan Ginekologi ranting kepakaran Onkologi Ginekologi UB. Ia menjadi profesor aktif ke-7 di fakultas tersebut dan ke-450 di UB.
Prof Tatit memperkenalkan, Model PERMATA MOLA, sebuah pendekatan preventif integratif untuk mencegah Mola Hidatidosa atau hamil anggur. Model PERMATA MOLA menggabungkan epidemiologi nasional, karakteristik molekuler trofoblas, regulasi hormonal, serta peran nutrisi maternal pada kelompok risiko tinggi.
“Intervensi sebelum kehamilan menjadi tahap kunci untuk menurunkan insiden mola hidatidosa dan mencegah transformasinya menjadi penyakit trofoblas maligna. Penerapan model ini juga memerlukan peran aktif para perempuan dalam memperhatikan asupan nutrisi untuk menghindari risiko zat kimia berbahaya penyebab gangguan sel telur,” tandasnya. (bas/rhd)









