Malang, SERU.co.id – Menjelang Ramadan, Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polres Malang bersama Badan Pangan Nasional (Bapanas) menggelar inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Tradisional Kepanjen, Senin (9/2/2026). Dari hasil sidak tersebut, petugas menemukan harga sejumlah bahan pokok masih relatif stabil, meski beberapa komoditas mengalami kenaikan.
Kepala Subbagian Tata Usaha Deputi Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Bapanas, Puspa Dewi, mengatakan hasil peninjauan menunjukkan harga kebutuhan pokok secara umum masih terkendali. Namun, terdapat kenaikan harga pada beberapa komoditas, terutama cabai rawit dan telur.
“Tidak ada cenderung kenaikan harga yang signifikan, stabil. Cabai rawit merah, itu agak ada kenaikan karena mungkin (faktor. red) cuaca Rp75 sama Rp80 ribu (per kilogram), sebelumnya Rp65 ribu,” seru Puspa Dewi.
Ia menjelaskan, kenaikan tersebut kemungkinan dipicu oleh berkurangnya pasokan dari petani akibat gagal panen di tengah cuaca ekstrem yang terjadi belakangan ini.
“Mungkin cuaca, hujan terus makanya tadi dilihat juga agak banyak yang busuk,” ungkapnya.
Meski demikian, Puspa menilai harga komoditas yang naik tersebut masih berada di bawah harga eceran tertinggi (HET).
“Kalau harga masih di bawah HET (harga eceran tertinggi), masih bagus. Kenaikannya juga tidak tinggi, tidak signifikan,” imbuhnya.
Menurut Puspa, kegiatan sidak ini dilakukan untuk memastikan harga dan pasokan bahan kebutuhan pokok tetap stabil, sekaligus memantau secara langsung dinamika harga di pasar.
“Ini salah satu bentuk antisipasi juga menjelang hari raya. Kita pantau terus, mungkin kita bisa bantu dari distribusinya, kita terus pantau dan kita kunjungi juga produsen-produsen ayam ras untuk tetap bisa menaikkan harga ayam produksi,” katanya.
Sementara itu, Ketua Satgas Pangan Polres Malang, AKP Hafiz Prasetia Akbar, menyatakan pihaknya akan terus berkoordinasi dengan dinas terkait untuk mengantisipasi kenaikan harga dan menjaga ketersediaan stok bahan pokok.
“Tentunya sejauh ini tidak ada indikasi penimbunan, bisa dilihat dari harga di Kabupaten Malang ini yang meningkat, dari komoditas tadi hanya cabai rawit saja. Serta selain itu cukup stabil sehingga sampai sini belum ada dugaan maupun kecenderungan untuk penimbunan,” jelasnya.
Ia menambahkan, untuk mencegah terjadinya penimbunan, pihak kepolisian membuka kanal komunikasi dengan pedagang dan masyarakat agar dapat melaporkan kondisi di lapangan. Selain itu, melalui pengecekan rutin yang dilakukan, apabila ditemukan lonjakan harga di atas HET, pihaknya dapat segera mendeteksi indikasi penimbunan dan melakukan penindakan.
Di sisi lain, pemilik warung sembako di Pasar Kepanjen, Mustofa, mengatakan harga beras hingga kini masih stabil. Beras kualitas medium dijual dengan harga Rp14 ribu hingga Rp14,5 ribu per kilogram.
“Harga masih stabil, kalau yang beras stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) harganya Rp60 ribu per kilogram,” kata Mustofa.
Namun, Mustofa mengungkapkan harga telur justru mengalami kenaikan dalam beberapa waktu terakhir. Harga telur yang sebelumnya berada di kisaran Rp27 ribu per kilogram, kini naik menjadi Rp29 ribu per kilogram. (wul/ono)









