Batu, SERU.co.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Batu melaksanakan Scale Up Business Kota Batu di Graha Pancasila, Balai Kota Among Tani, pada Jumat (28/11/2025). Kegiatan ini berfokus pada percepatan pertumbuhan usaha kecil, penguatan kolaborasi multipihak, serta peningkatan akses dan kualitas produk UMKM di Kota Batu.
Dalam laporannya, Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro Perindustrian dan Perdagangan (Diskumperindag) Kota Batu, Aries Setiwan SSTP mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari rangkaian acara akbar Pasar Rakyat UMi 2025 yang berlangsung selama 3 hari. Selama pelaksanaan pasar rakyat UMi 2025 tersebut sekaligus dilaksanakan sejumlah kegiatan dalam rangka mengangkat UMKM dan IKM yang ada di kota Batu, diantaranya Scale Up Business dan Sae Award.
Mewakili Kajari Batu, Kasidatun Kejari Batu, Reynold SH MH menuturkan Kejaksaan Negeri batu juga turut serta dalam mengawal pertumbuhan UMKM di kota Batu. Hal itu dikarenakan sudah menjadi salah satu tugas dan fungsi dari Kejari selain menjadi Jaksa pengacara negara. Yakni mengawal kebijakan-kebijakan pemerintah daerah salah satunya dari Diskumperindag.
“Rakyat tetapi UMKM adalah fondasi ekonomi rakyat tetapi pondasi tidak berarti apa-apa jika tidak berdiri tanpa sistem tanpa kepastian dan perlindungan karena itu penguatan ekosistem UMKM adalah mutlak,” ungkapnya.
Mewakili Kapolres Batu, Kasatreskrim Polres Batu, IPTU Joko Suprianto, membacakan sambutan AKBP. Andy Yudha Pranata SH SIK MSi. Dalam paparannya disebutkan Aparat Oenegak Hukum (APH) dalam mendukung dalam mendukung bisnis Pariwisata Kota Batu. Disebutkan, salah satu bukti kehadiran APH di tengah masyarakat adalah dengan hadirnya Babinkamtibmas.
“Bhabinkamtibmas sering turun ke lapangan untuk menggandeng pelaku UMKM, baik dari segi penegakan hukum, segi sarana prasarana dan lain sebagainya. UMKM bisa melaporkan ke Bhabinkamtibmas bila mana mereka mengalami kesulitan dalam hal menjalankan usaha UMKM mereka,” ucapnya.
Baca juga: Jaring Bibit Unggul UMKM, Diskumperindag Batu Gelar Final Sae Award
Dari Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Malang, Pitoyo Pribadi mewakili Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Malang ikut menyampaikan sambutannya. Disebutkannya Bea Cukai memiliki peran sebagai industrial Assistant. Bantuan pembinaan diberikan kepada UMKM untuk memperkuat perekonomian negara.
“Bea Cukai membantu UMKM untuk bertumbuh bahkan hingga mencapai level ekspor. Kami mempunyai program klinik ekspor untuk membantu menyeleksi UMKM yang ada sampai siap ekspor,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Batu, Heli Suyanto, dalam sambutannya menekankan bahwa wilayah Batu memiliki potensi besar dalam sektor UMKM, industri kreatif, pertanian olahan, dan ekonomi wisata. Namun, ia tak menampik adanya tantangan signifikan yang harus diatasi.
“Tantangan seperti digitalisasi, perubahan pola konsumsi pasar, dan kapasitas manajerial masih harus diperkuat secara intensif,” seru Wawali Heli Suyanto.
Wawali menyampaikan harapannya agar inisiatif Scale Up Business dapat menjadi “ruang harapan” bagi usaha kecil untuk tumbuh menjadi besar. Ide sederhana menjadi produk unggulan, dan kerja sunyi para pelaku usaha menjadi kekuatan ekonomi daerah.
Dalam kesempatan tersebut, Pemkot Batu juga menyerahkan penghargaan sebagai bentuk apresiasi kepada sejumlah instansi dan tokoh yang dinilai memiliki kontribusi besar dalam penguatan sektor UMKM. Para penerima penghargaan meliputi Polres Batu, Kejaksaan Negeri Batu, Kemenag Kota Batu, Bea Cukai Malang, unsur perbankan. Akademisi, serta pelaku UMKM berprestasi. Mereka diakui atas peran pentingnya, mulai dari pembinaan teknis, fasilitasi ekspor produk, dukungan pembiayaan, penguatan regulasi, hingga dukungan nyata lainnya.
Acara Scale Up Business Kota Batu ini diharapkan menjadi momentum kunci untuk mendorong pelaku usaha agar segera “naik kelas,” sekaligus memperkuat ikatan sinergi multipihak. Tujuannya adalah membangun UMKM Kota Batu yang tidak hanya tangguh dan adaptif, tetapi juga memiliki daya saing yang tinggi di tingkat regional maupun nasional. (dik/mzm)








