Dorong Santripreneur, Wamen UMKM dan Bupati Malang Hadiri Festival UMKM di Ponpes An Nur 2

Gelar Festival UMKM di Ponpes An-Nur 2 Bululawang, Untuk Kuatkan Santripreneur
Bupati Malang, HM Sanusi saat dampingi Wamen UMKM, Helvy Y Moraza berkunjung ke POnpes An Nur 2 Bululawang. (Ist)

Malang, SERU.co.id – Dalam upaya memperkuat peran santri dalam dunia kewirausahaan, Wakil Menteri Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (Wamen UMKM) Republik Indonesia, Helvy Y. Moraza, didampingi Bupati Malang, HM Sanusi, mengunjungi Pondok Pesantren An Nur 2, Bululawang. Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka menggelar Festival UMKM yang bertujuan meningkatkan semangat dan kapasitas kewirausahaan di kalangan santri melalui pendidikan, pelatihan, serta pendampingan.

Helvy Y. Moraza menjelaskan bahwa program ini diharapkan dapat menjadi jembatan bagi para santri untuk mengembangkan usaha setelah menyelesaikan pendidikan di pesantren. Ia menegaskan bahwa dampak positifnya juga diharapkan akan dirasakan langsung oleh masyarakat desa.

“Program ini diharapkan untuk santri dapat mengembangkan usahanya setelah keluar dari pondok pesantren. Kemudian bisa membawa dampak positif bagi desa masing-masing,” terang Helvy.

Ia juga menegaskan pentingnya pengembangan UMKM berbasis pesantren sebagai langkah awal untuk membangun kekuatan ekonomi daerah, khususnya di Kabupaten Malang. Kolaborasi antara Kementerian UMKM, Pemerintah Daerah, dan Pondok Pesantren An Nur 2 diharapkan dapat menjadi model pengembangan UMKM berbasis pesantren yang sukses dan berkelanjutan.

“Kami berencana mengadakan Festival UMKM di Pondok Pesantren Bululawang. Diharapkan dapat menjadi momentum mencetak santripreneur yang handal dan menjadi penggerak ekonomi di masyarakat. Pondok pesantren dapat menjadi inkubator bagi pengembangan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang berkelanjutan dan berdampak positif bagi masyarakat luas,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Malang, HM Sanusi, menyampaikan rasa syukurnya atas terpilihnya Kabupaten Malang sebagai lokasi kegiatan tersebut. Menurutnya, kehadiran para pejabat tinggi negara merupakan bentuk pengakuan atas potensi besar yang dimiliki daerahnya.

“Syukur alhamdulillah, Kabupaten Malang selalu menjadi destinasi penting bagi banyak pejabat tinggi, termasuk Menteri. Dengan adanya kunjungan Bapak Helvy Y Moraza, kita berharap ada langkah konkret untuk meningkatkan kesejahteraan petani tebu di Kabupaten Malang,” jelas Sanusi.

Dalam kesempatan tersebut, Sanusi juga menyoroti potensi besar di sektor pertanian Kabupaten Malang, khususnya komoditas tebu. Ia mengungkapkan bahwa meski memiliki luas lahan tebu yang signifikan, efisiensi produksi gula masih perlu ditingkatkan.

“Saat ini, dengan 43.000 hektar tebu, kita menghadapi tantangan rendemen yang masih rendah, yaitu 7-8 kilogram. Dulu, kita bisa mencapai 12 kilogram, jadi ada harapan untuk meningkatkan efisiensi pabrik sehingga produksi gula bisa maksimal dan mengurangi limbah seperti ampas dan tetes,” bebernya.

Melalui sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan lembaga pesantren, serta pemanfaatan potensi lokal yang ada, kegiatan ini diharapkan mampu mencetak santri-santri berjiwa wirausaha. Tujuannya tak lain untuk mendorong perputaran ekonomi, menciptakan lapangan kerja baru, dan secara jangka panjang, membantu memutus rantai kemiskinan melalui kemandirian ekonomi. (wul/ono)

Pos terkait