Malang, SERU.co.id – SMK PGRI 3 Kota Malang kembali memborong 7 medali dalam Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Dikmen Tingkat Provinsi Jawa Timur ke-XXXIV tahun 2026. Sekaligus meraih medali terbanyak dan juara umum LKS Dikmen Jatim 2026.
Kepala SMK PGRI 3 Kota Malang, Dr Moch. Lukman Hakim ST MM menyampaikan, capaian ini tak lepas dari peran dan sinergisitas bapak ibu guru, siswa, mitra kerja dan orang tua. Sehingga mampu menjaga konsistensi dan kualitas siswa, baik selama menempuh pendidikan hingga lulus dan bekerja.
“Semua ini berkat doa, peran serta dan dukungan semua pihak, sehingga mampu menciptakan singa-singa jawara Skariga (Jawaska). Kualitas SMK PGRI 3 tidak kaleng-kaleng, karena berhasil membuktikan berturut-turut meraih medali dan gelar LKS setiap tahun. Sekaligus SMA/SMK penyumbang emas dan medali LKS tingkat Jatim hingga internasional WSC (World Skill Competition) terbanyak di Malang Raya,” seru Lukman, di hadapan sivitas Skariga, Senin (13/4/2026).
Berikut perolehan Kontingen SMK PGRI 3 Malang dalam LKS Dikmen Jatim 2026:
1. Juara 1 (emas) Prototype Modeling, diraih oleh Agung Dwi Prasetyo.
2. Juara 1 (emas) Robot Manufacturing System (RMS), diraih oleh Galant Adista dan Al Hazby Lazuardy.
3. Juara 1 (emas) CAR Painting, diraih oleh Ahmad Faiq Alifi.
4. Juara 1 (emas) Electronic Application, diraih oleh Yasa Saddana.
5. Juara 2 (perak) Industrial Control, diraih oleh Fauzal Putra A.
6. Juara 3 (perunggu) ME Cad, diraih oleh Steven Farel Erza Nurmahendra
7. Juara 3 Colaborative Robot System Integration (Cobot), diraih oleh Aiko Safa Ramadhani dan Muhammad Malik F.
Menurutnya, kompetisi LKS ini sangat ketat, Skariga mengirimkan 16 tim dan yang menang LKS Dikmen Jatim 2026 hanya 7 tim. Selanjutnya 1 tim dari 4 tim peraih emas akan melaju LKS tingkat nasional, lantaran 3 jenis lomba ditiadakan karena efisiensi.
“Tim Electronic Application oleh Yasa Saddana, akan mengikuti TC untuk bertanding di LKS level nasional di Jakarta. Sementara 3 tim lainnya tidak ikut, lantaran manufaktur lomba tidak tersedia karena efisiensi,” terang Lukman.
Menurutnya, lawan terberat LKS Nasional, merujuk pengalaman sebelumnya, yakni kontingen Jawa Tengah dan DKI Jakarta. Hal tersebut menjadi perhatian lebih tim yang tergabung dalam kontingen Jawa Timur untuk mempersiapkan strategi khusus.
Dirinya berharap, para stakeholder yang bekerjasama dengan Skariga terus memberikan dukungan, karena hasil outputnya jelas. Beberapa mitra kerja merekrut lulusan karena terjamin kualitasnya, sehingga tidak perlu memberikan pelatihan sebelum bekerja.
“Untuk tahun ini, ada juga pelajar Skariga yang akan mengikuti World Skill Competition (WSC) tingkat internasional di Shanghai. Semua biaya mulai paspor hingga living cost dibiayai oleh Skariga,” tandas Ketua MKKS SMK Swasta Kota Malang.
Peraih medali emas Electronic Application, Yasa Saddana mengatakan, dirinya akan komitmen untuk lebih fokus dan mengontrol emosi. Dan akan mengevaluasi strategi yang digunakan saat LKS tingkat Malang Raya dan Provinsi Jatim.
“Tantangannya, saya tidak terbiasa di ruangan AC dan merasa kedinginan sempat drop, tapi saya sudah mulai adaptasi. Terkait strategi, saya dan guru pembimbing akan evaluasi saat LKS Malang dan Jatim, paling tidak lebih menguasai problem solving,” terang Yasa, pemuda asal Kasembon ini. (rhd)









