Malang, SERU.co.id – Universitas Brawijaya (UB) berhasil menembus peringkat 600 besar dunia dalam indikator employability versi QS World University Rankings (WUR) 2026. Keberhasilan tersebut berkat komitmen perguruan tinggi dalam mencetak lulusan yang siap kerja dan berdaya saing global.
Ketua UPT Global Partnership and Reputation UB, Hendrix Yulis Setyawan mengungkapkan, UB menempati urutan peringkat 567 dunia dalam penilaian tersebut. Di tingkat nasional, UB menempati posisi keenam di antara Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH) di Indonesia.
“Indikator employability menjadi salah satu tolok ukur penting, karena menilai sejauh mana lulusan mampu beradaptasi dan bersaing di pasar kerja global. Capaian ini mencerminkan penguatan strategi UB dalam menghubungkan pendidikan dengan kebutuhan industri,” seru Hendrix, Sabtu (4/4/2026).
Menurutnya, sistem penilaian QS WUR tidak hanya berfokus pada satu aspek untuk memberikan gambaran menyeluruh terhadap performa perguruan tinggi. Tetapi menggabungkan berbagai komponen seperti reputasi akademik, penilaian pemberi kerja, rasio dosen dan mahasiswa, hingga produktivitas riset.

“Dalam proses pemeringkatan, QS WUR mengolah jutaan publikasi ilmiah serta menghimpun persepsi ratusan ribu akademisi dan pemberi kerja di seluruh dunia. Hal ini menjadikan hasil pemeringkatan cukup kredibel dalam merefleksikan kualitas lulusan dan institusi,” ungkapnya.
Hendrix menyebut, keberhasilan UB menembus peringkat global ini tidak lepas dari sejumlah langkah strategis. Mulai dari penyusunan kurikulum berbasis industri, peningkatan program magang, hingga perluasan kerja sama internasional.
“Selain itu, penguatan program pertukaran pelajar juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan daya saing lulusan. Tidak hanya di tingkat nasional, tapi juga di tingkat global dengan berbagai perguruan tinggi bereputasi,” jelasnya.
Direktur Direktorat Pengembangan Karir dan Alumni UB, Karuniawan Puji Wicaksono menambahkan, pihak kampus mengoptimalkan peran alumni sebagai jejaring strategis. Banyak alumni UB yang telah menempati posisi penting, baik di dalam negeri maupun di tingkat internasional.
“Keterlibatan alumni dalam berbagai sektor menjadi modal penting untuk meningkatkan reputasi kampus, khususnya di mata dunia industri. Upaya ini sekaligus memperkuat indikator employer reputation yang menjadi bagian dari penilaian ini,” terangnya.
Lebih jauh, pemeringkatan QS WUR tidak hanya menjadi ajang pengakuan global, tetapi juga berfungsi sebagai alat evaluasi bagi perguruan tinggi. Melalui data tersebut, universitas dapat mengidentifikasi kekuatan serta aspek yang masih perlu ditingkatkan.
“Bagi calon mahasiswa, capaian ini dapat menjadi referensi dalam memilih kampus dengan prospek karier yang jelas. Posisi UB di peringkat enam nasional dalam aspek employability menunjukkan bahwa kampus ini tidak hanya unggul secara akademik,” tegasnya.
Versi Bahasa Inggris
Ia menuturkan, UB mampu mencetak lulusan yang relevan dengan kebutuhan industri. Dengan begitu, setiap lulusan dapat segera bekerja untuk memenuhi kebutuhan industri dengan masa tunggu kerja yang singkat.
“UB berkomitmen terus memperkuat kualitas pendidikan, riset, serta kolaborasi internasional jntuk meningkatkan daya saing global dan kontribusi bagi pembangunan bangsa. Prestasi ini diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh sivitas akademika untuk terus berinovasi dan menjaga kualitas, sehingga UB dapat terus naik peringkat dan menjadi universitas berkelas dunia,” tandasnya. (bas/rhd)









