Jelang Lebaran 2026, Okupansi Homestay di Kota Batu Masih Lesu

Jelang Lebaran 2026, Okupansi Homestay di Kota Batu Masih Lesu
Ketua DPC Indonesia Home Stay Association (IHSA) Kota Batu, Natalina Eriyanto. (dok. pribadi)

Batu, SERU.co.id – Menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, geliat pemesanan penginapan jenis homestay di Kota Batu, Jawa Timur, terpantau masih belum menunjukkan lonjakan. Hingga H- sepekan lebaran, rata-rata tingkat keterisian kamar (okupansi) masih tertahan di angka yang cukup rendah.
​
​Berdasarkan data dari Indonesia Home Stay Association (IHSA) Kota Batu, pesanan yang masuk untuk libur lebaran tahun ini baru mencapai kisaran 20-30 persen. Kondisi ini dinilai cukup kontras dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun-tahun sebelumnya. Di mana biasanya pemesanan sudah mencapai 50 persen atau lebih.

​Ketua IHSA Kota Batu, Natalina Eriyanto mengungkapkan, para pelaku usaha homestay saat ini masih dalam posisi menunggu (wait and see). Menurutnya, ada beberapa faktor yang mempengaruhi melambatnya tren pemesanan di awal masa mudik ini.

Bacaan Lainnya

​”Saat ini okupansi rata-rata memang masih di angka 20-30 persen. Kami melihat adanya perubahan pola perilaku wisatawan yang kini cenderung melakukan pemesanan secara mendadak atau last minute booking,” seru Natalina saat dikonfirmasi.

Natalina menyebutkan, ​beberapa penyebab rendahnya angka reservasi antara lain, wisatawan lebih memilih memantau kondisi arus mudik dan cuaca sebelum memutuskan memesan penginapan. Selain itu, banyaknya pilihan akomodasi yang tersedia mulai dari hotel berbintang hingga villa modern yang menawarkan promo kompetitif

“Yang pasti sekarang kondisi daya beli masyarakat di tengah dinamika ekonomi awal tahun 2026 membuat calon wisatawan lebih selektif dalam memilih durasi menginap,” tuturnya.

Natalina optimis, ​meski saat ini kondisi masih sepi, angka tersebut akan merangkak naik tajam sesaat sebelum hari raya atau mulai H+1 Lebaran, Pihaknya juga memprediksi lonjakan baru akan terlihat mulai H-3 hingga hari H Lebaran.

“Biasanya, tamu-tamu keluarga dari Surabaya, Jakarta, dan Jawa Tengah ini akan memenuhi reservasi saat jalur mudik sudah mulai terurai,” imbuh Natalina.

​Natalina juga menambahkan, IHSA terus mendorong para anggotanya untuk meningkatkan standar pelayanan dan kebersihan guna menarik minat wisatawan. Meskipun di tengah persaingan ketat dengan akomodasi komersial lainnya.

“Kami juga berbagi kiat untuk anggota IHSA agar terus meningkatkan kualitas media sosial masing-masing. Termasuk juga terus memantau Google Bisnis maupun Website terkait isu booking bodong dan hacker,” tandasnya. (dik/mzm)

disclaimer

Pos terkait

iklan lowongan marketing seru.co.id