FIA UB Buka Program Double Degree Gandeng Tiga Kampus Jepang Australia dan Tokyo

FIA UB Buka Program Double Degree Gandeng Tiga Kampus Jepang Australia dan Tokyo
Konferensi pers FIA UB menjelaskan program double degree. (rhd)

Malang, SERU.co.id – Fakultas Ilmu Administrasi (FIA) Universitas Brawijaya (UB), kembali membuka Program Joint Degree/Double Degree dengan menggandeng tiga kampus di Jepang, Australia dan Tokyo. Sekaligus mewujudkan World Class University yang digaungkan kampus UB di level internasional.

Dekan FIA UB, Prof Hamidah Nayati Utami menjelaskan, program double degree memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar di lingkungan akademik internasional. Sekaligus mempersiapkan lulusan yang dapat berkontribusi di level nasional maupun internasional.

Bacaan Lainnya
Dekan FIA UB, Prof Hamidah Nayati Utami menjelaskan, program double degree. (rhd)
Dekan FIA UB, Prof Hamidah Nayati Utami menjelaskan, program double degree. (rhd)

“Harapannya, output mahasiswa dapat berkarya secara profesional hingga level global. Khususnya merumuskan kebijakan di bidang administrasi publik maupun administrasi bisnis sesuai kompetensinya,” seru Prof Hamidah, kepada SERU.co.id.

Sebagaimana Surat Keputusan Rektor nomor 263 Tahun 2026, program double degree dapat digunakan oleh mahasiswa sebagai salah satu syarat penyetaraan ijazah. Pada tahun 2026, izin penyelenggaran program mencakup tiga universitas mitra. Di antaranya:

• Master of International Community Development di Victoria University Australia,
• Graduate School of Asia Pacific Study di Ritsumeikan Asia Pacific University (APU) Jepang,
• National Graduate Institute for Policy Studies (GRIPS) di Tokyo.

“FIA UB memiliki program S2 Magister Administrasi Publik (MAP) dan S2 Magister Administrasi Bisnis (MAB). Skema double degree ini adalah satu tahun mengenyam studi di MAB UB dan satu tahun berikutnya di perguruan tinggi mitra. Mahasiswa dibebaskan untuk memilih kampus tujuan studi yang sudah menjadi mitra UB, full beasiswa,” terang Prof Hamidah.

Senada, Wakil Dekan Bidang Akademik FIA, Dr. Fadillah Amin MAP PhD mengatakan, Joint Degree/Double Degree MAB telah aktif dijalankan sejak tahun 2006 dengan perguruan tinggi mitra di Jepang.

“Untuk tahun ini, ada tujuh mahasiswa MAB yang mengikuti program Double Degree, mereka akan berangkat studi ke Jepang September 2026. Sementara untuk tahun lalu, ada enam mahasiswa MAB yang sebagian berangkat ke Victoria University di Melbourne,” ujar Dr Fadillah.

Disebutkannya, FIA UB telah memulai program double degree dan kerja sama kelas internasional sejak 2007 hingga 2022 bersama 6 kampus dari Jepang. Di antaranya Tohoku University, Keio University, Takushoku University, GRIPS University, Ritsumeikan, dan APU atau Asia Pacific University.

Berlanjut pada tahun 2010 sampai 2015, program double degree bertambah dengan 2 kampus di Thailand yakni Burapha University dan Prince of Songkla University. Pada 2024 sampai 2026, kerja sama kembali dilakukan bersama GRIPS University dan Asia Pacific University.

Fadillah menjelaskan, mahasiswa yang mengikuti program ini kebanyakan merupakan mahasiswa penerima beasiswa Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS). Dimana bekerja sama dengan Japan International Cooperation Agency dan Australian Awards.

Versi Bahasa Inggris

Sementara itu, Ketua Pusat Kerjasama Pendidikan Internasional Bergelar, UPT. Global Partnership and Reputation UB, Dadang Meru Utomo PhD menjelaskan, program Double/Joint Degree. Program akademik berganda internasional tersebut dikelola langsung oleh Kantor Pusat UB. Harapannya akan diberlakukan pada 11 prodi di FIA UB, terbagi 6 prodi program sarjana,N3 prodi program magister dan 2 prodi program doktor.

“Program ini menawarkan kesempatan untuk seluruh mahasiswa UB di level S1, S2, ataupun S3 untuk menyelesaikan studinya dengan mitra internasional. Khusus S1 akan mulai ditawarkan pada tahun akademik 2026/2027 ini, untuk sistem beasiswamya masih kita kaji dulu,” terangnya.

Keuntungannya, mahasiswa dapat dua gelar sekaligus dalam masa kuliah yang setara di Indonesia. Serta berkesempatan memiliki pengalaman akademik lintas negara di FIA UB dan universitas luar negeri yang ditunjuk bekerjasama.

“Tak hanya bagi mahasiswa, namun dosen dan universitas juga mendapatkan nilai plus di tingkat global. Sehingga mampu berkontribusi di bidang administrasi publik dan administrasi bisnis secara nasional dan global,” tandasnya. (rhd)

disclaimer

Pos terkait

iklan lowongan marketing seru.co.id