Jakarta, SERU.co.id – Kota Malang diganjar Sertifikat Menuju Kota Bersih. Dari 35 kabupaten/kota se-Indonesia yang menerima penghargaan, Kota Malang mencatat nilai kinerja 71,45 dan menempati peringkat ke-7 terbaik nasional.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq dan diterima Wali Kota Malang Wahyu Hidayat. Penghargaan diberikan dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengelolaan Sampah 2026 yang digelar Kementerian Lingkungan Hidup dan Badan Pengendalian Lingkungan Hidup.
Wali Kota Malang, Dr Ir Wahyu Hidayat MM mengungkapkan, penghargaan ini bukan sekadar simbol, melainkan bukti bahwa sistem pengelolaan sampah di Kota Malang berjalan konsisten. Mulai dari pengurangan di sumber, optimalisasi pengolahan, hingga peningkatan partisipasi masyarakat.
“Alhamdulillah, di tahun 2026 ini Kota Malang meraih peringkat ke-7 nasional dan ke-2 di Jawa Timur. Semoga ini menjadi persembahan untuk masyarakat dan semakin meningkatkan kesadaran kita bersama dalam menyelesaikan persoalan sampah,” seru Wahyu, usai menerima penghargaan di Balai Kartini, Rabu (25/2/2026).
Orang nomor satu di jajaran Pemkot Malang itu menegaskan, keberhasilan tersebut tak lepas dari sinergi bersama. Baik dari setiap perangkat daerah, kerja keras petugas kebersihan, serta kesadaran warga dalam menjaga lingkungan.
“Capaian ini akan menjadi pijakan untuk memperkuat program kebersihan. Ini harus sejalan dengan Gerakan ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) yang digagas Presiden RI, Prabowo Subianto,” ungkapnya.
Gerakan tersebut menuntut keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat, bukan hanya pemerintah. Ia memastikan, Pemkot Malang akan mengimplementasikan kebijakan tersebut sesuai arahan pemerintah pusat dan Surat Edaran Menteri Dalam Negeri.
“Gerakan ini harus melibatkan semua lapisan masyarakat. Tujuannya membangun kesadaran kolektif, agar persoalan sampah bisa diselesaikan bersama,” tegasnya.
Dengan capaian ini, Kota Malang tak hanya menorehkan prestasi berupa perolehan piagam penghargaan. Tapi juga mempertegas langkah menuju kota yang bersih, sehat dan berkelanjutan. (bas/rhd)









