Sukabumi, SERU.co.id – Bocah laki-laki berinisial NS (12) asal Desa Bojongsari, Sukabumi, meninggal dunia setelah diduga mengalami penganiayaan oleh ibu tirinya. Hasil autopsi menemukan luka bakar di hampir sekujur tubuh korban. Korban sempat mengaku dipaksa meminum air panas sebelum akhirnya meninggal dunia di rumah sakit.
Peristiwa ini pertama kali diketahui ayah kandung korban, Anwar Satibi (38). Anwar mengaku, ditelepon istrinya segera pulang karena kondisi NS disebut tidak sehat dan mengalami panas tinggi. Namun, setibanya di rumah, Anwar mendapati kondisi anaknya jauh dari dugaan awal.
“Kulit anak saya terlihat melepuh di sejumlah bagian tubuh, disertai luka lebam. Ketika ditanya, istri bilang luka itu akibat demam. Saya pun membawanya ke rumah sakit pada siang hari,” seru Anwar, dikutip dari detiknews, Sabtu (21/2/2026).
Di tengah proses tersebut, seorang kerabat datang dan menanyai NS. Dalam kondisi lemah, bocah kelas 1 SMP itu mengaku disuruh meminum air panas oleh ibu tirinya. Pengakuan itu kemudian terekam dalam sebuah video yang diambil Anwar.
NS dilarikan ke IGD rumah sakit dan sempat menjalani perawatan intensif di ruang ICU RS Jampang Kulon. Dalam kondisi kritis, ia kembali mengulangi pengakuan sama kepada ayahnya. Tak lama berselang, kondisi korban memburuk hingga akhirnya meninggal dunia pada sore harinya.
Hasil autopsi di RS Bhayangkara TK II Setukpa Lemdiklat Polri Sukabumi mengungkap adanya luka bakar di hampir seluruh tubuh korban. Kepala rumah sakit, Carles Siagian menyebutkan, luka bakar ditemukan di lengan, kaki, paha, tangan dan punggung. Kemudian area bibir dan hidung yang diduga terpapar panas.
“Kami belum dapat memastikan apakah luka tersebut akibat kekerasan atau penyebab langsung kematian. Secara teori, luka bakar yang ditemukan tidak serta-merta menyebabkan kematian. Penyebab pasti meninggalnya korban masih menunggu hasil pemeriksaan lanjutan,’ ujarnya.
Anwar menyatakan, dugaan kekerasan dalam rumah tangga bukan kali pertama terjadi. Menurutnya, konflik kerap muncul antara NS dan dua anak angkat sang istri. Setiap terjadi pertengkaran, NS justru menjadi sasaran kekerasan.
Anwar mengaku, pernah melaporkan dugaan penganiayaan tersebut ke Polres Sukabumi sekitar setahun lalu. Namun kasus itu tidak berlanjut setelah dilakukan mediasi oleh tokoh masyarakat. Ia menyebut istrinya sempat bersujud dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya. (aan/rhd)









