Arah Baru Kepemimpinan Bupati Fawait, Tahun 2026 Pembuktian Percepatan Pembangunan Jember

Arah Baru Kepemimpinan Bupati Fawait, Tahun 2026 Pembuktian Percepatan Pembangunan Jember
Bupati Jember Muhammad Fawait. (Ist)

Jember, SERU.co.id – Bupati Jember, Muhammad Fawait menegaskan arah baru pemerintahannya di tahun kedua. Usai melewati fase adaptasi di tahun 2025, Bupati Fawait menyebut tahun 2026 sebagai momentum “pembuktian” untuk mempercepat pembangunan di Jember.

Hal itu ditegaskan oleh Fawait dalam forum refleksi satu tahun kepemimpinannya. Dia meminta seluruh jajaran birokrasi tidak terlena dan mulai meningkatkan ritme kerja.

Bacaan Lainnya

“Kalau 2025 adalah pemanasan, maka 2026 adalah tahun pembuktian. Kita harus berlari, bukan lagi berjalan,” seru Gus Fawait, sapaan akrabnya, Sabtu (21/2/2026).

Gus Fawait mengakui setahun terakhir dinamika politik di Jember cukup berwarna. Namun, dia mewanti-wanti agar suhu politik tidak sampai menghambat urusan pelayanan publik kepada masyarakat.

“Dinamika itu biasa dalam demokrasi. Yang tidak boleh terganggu adalah pelayanan kepada rakyat,” ujarnya.

Di tahun 2026 ini, Gus Fawait membeberkan sejumlah program strategis. Fokus utamanya adalah percepatan investasi, penyempurnaan regulasi tata ruang, hingga penguatan Mal Pelayanan Publik (MPP).

“Saya akan fokus pada investasi, penyempurnaan regulasi tata ruang hingga MPP,” paparnya.

Salah satu yang menjadi sorotan adalah aktivasi kembali Bandara Jember. Langkah ini dinilai strategis untuk membuka konektivitas dan menarik investor luar masuk ke Bumi Pandhalungan.

“Tujuannya jelas, menciptakan lapangan kerja untuk mengurai kemiskinan di Jember,” tambahnya.

Terkait hubungan dengan legislatif, Gus Fawait menilai perbedaan pandangan antara eksekutif dan DPRD adalah hal lumrah sebagai fungsi kontrol. Baginya, sinergi tetap harus diutamakan demi kesejahteraan warga.

“Perbedaan pandangan antara Pemkab dan DPRD itu hal biasa. Tapi kesejahteraan warga adalah tujuan utama kami semua,” tegasnya.

Menutup refleksinya, politisi yang besar di lingkungan pesantren ini sempat memberikan pesan emosional. Dia menyebut pengabdiannya di Jember adalah bentuk totalitas sebagai putra daerah.

“Saya ini anak desa. Saya meninggalkan banyak hal untuk mengabdi di tanah kelahiran. Amanah ini harus dijaga dengan kerja nyata,” pungkasnya. (sgt/mzm)

 

disclaimer

Pos terkait

iklan lowongan marketing seru.co.id