Abraham Samad Tanamkan Integritas dalam PKKMB Universitas Widya Gama

Abraham Samad Tanamkan Integritas dalam PKKMB Universitas Widya Gama
Universitas Widyagama menerima kedatangan Mantan Ketua KPK untuk memberikan pembekalan PKKMB. (bas)

Malang, SERU.co.id – Mantan Ketua KPK, Abraham Samad tanamkan integritas dalam Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Widya Gama (UWG). Dengan menanamkan nilai integritas yang baik kepada mahasiswa baru (maba), mumpuni sebagai modal anti-korupsi dalam pembangunan bangsa ke depannya.

Rektor UWG, Dr Anwar SH MHum mengungkapkan, pihaknya mengundang mantan Ketua KPK periode 2011-2015, Abraham Samad, untuk mengajarkan integritas bagi mahasiswa. Terlebih di tengah krisis moral dan etik yang melanda generasi muda saat ini.

Bacaan Lainnya

“Kami ingin mahasiswa tidak hanya dibekali dengan pengetahuan akademik, tetapi juga dengan karakter dan integritas yang tinggi. Jika kita hanya mengandalkan kecerdasan akademik tanpa integritas, bangsa ini bisa hancur,” seru Anwar Cengkeng, sapaan akrabnya, Sabtu (30/8/2025).

Mahasiswa baru Universitas Widya Gama mengikuti kegiatan PKKMB Tahun Ajaran 2025/2026. (bas)

Ia menerangkan, KPK di bawah kepemimpinan Abraham Samad merupakan contoh nyata dalam penerapan prinsip integritas. Hal tersebut menjadi teladan bahwa integritas perlu dijaga untuk menjaga marwah kebangsaan.

“Abraham Samad adalah sosok yang teruji integritasnya. Saat beliau memimpin KPK, lembaga tersebut sangat dihormati dan berwibawa. Kami ingin mahasiswa kami memiliki semangat dan integritas yang sama,” ungkapnya.

Anwar menegaskan, program penanaman nilai anti-korupsi atau integritas akan berkelanjutan setelah PKKMB berakhir. Universitas Widya Gama tidak hanya mengandalkan pengajaran di kelas, namun juga menerapkan nilai-nilai integritas dalam setiap perkuliahan.

“Dosen-dosen diharapkan memberikan waktu khusus untuk menanamkan nilai-nilai integritas kepada mahasiswa melalui pendidikan agama, kewarganegaraan dan pendidikan anti-korupsi. Kami berkomitmen untuk melahirkan generasi unggul yang tidak hanya cakap secara akademik, tapi juga memiliki integritas tinggi,” tegasnya.

Abraham Samad: Korupsi Menghambat Potensi Kekayaan Alam Indonesia

Mantan Ketua KPK RI Periode 2011-2015, Abraham Samad mengatakan, potensi kekayaan alam Indonesia sangat luar biasa. Namun sayangnya sering kali terhambat oleh maraknya praktik korupsi.

“Indonesia memiliki posisi strategisnya sebagai negara maritim dengan kekayaan alam yang melimpah. Kita adalah produsen ikan terbesar di dunia dan memiliki berbagai bahan tambang, termasuk minyak bumi hingga emas. Namun potensi ini tidak bisa maksimal jika korupsi terus merajalela,” terangnya.

Abraham juga menyoroti penurunan signifikan dalam Indeks Persepsi Korupsi (CPI) Indonesia. Pasalnya, terjadi penurunan dari skor 38 pada 2021 menjadi 34 pada 2023, menempatkan Indonesia di peringkat 115 dunia.

“Korupsi mengakibatkan kerusakan alam, ketimpangan ekonomi dan kemiskinan yang meluas. Ketimpangan yang terjadi saat ini sudah sangat parah, di mana satu persen orang kaya menguasai lebih dari 50 persen kekayaan negara,” tegas pria asal Makassar itu.

Integritas sebagai Pilar Pembangunan Bangsa

Abraham menggarisbawahi pentingnya menanamkan nilai-nilai integritas tidak terbatas dalam tataran teori. Akan tetapi, nilai-nilai tersebut harus dijalankan dalam praktik sehari-hari.

“Integritas adalah keselarasan antara pikiran, sikap dan perilaku dalam menjalankan nilai-nilai tertentu. Mahasiswa harus dibekali dengan nilai integritas, mulai dari kejujuran, keadilan, kedisiplinan, hingga tanggung jawab,” tuturnya.

Alumni Universitas Hasanuddin Makassar itu berpesan, untuk menginternalisasi nilai-nilai integritas ini. Dengan demikian kelak mahasiswa dapat menjadi agen perubahan yang berperan dalam pemberantasan korupsi dan pembangunan bangsa.

“Acara ini diharapkan menjadi langkah awal yang penting dalam menciptakan generasi muda yang unggul dan berintegritas tinggi. Ini sesuai dengan harapan Universitas Widya Gama untuk menghasilkan lulusan yang siap membangun masa depan Indonesia yang lebih baik,” tandasnya. (bas/rhd)

Pos terkait