Batu, SERU.co.id – Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (Diskumindag) Kota Batu, mulai menunjukkan aksinya menyikapi harga minyak goreng di pasaran yang belum stabil.
Ditemui di ruang kerjanya, Kepala Diskumindag Batu Eko Suhartono mengaku, telah menembusi pemerintah Provinsi dan produsen minyak goreng.
“Kami sudah mengajukan ke Provinsi, dan juga menghubungi perusahaan minyak goreng. Supaya di Kota Batu dilaksanakan operasi pasar, untuk meminimalisir harga. Memang harus ada intervensi dari pemerintah,” seru Eko.
Eko juga menyebutkan, sulitnya pedagang menurunkan harga minyak goreng di pasaran akibat dari harga beli pedagang yang menggunakan harga lama.
“Untuk ketersediaan, itu butuh proses, dan solusi yang paling bijak adalah operasi pasar,” ujarnya
Pihaknya berharap dan memohon kepada provinsi, agar Kota Batu ini menjadi sasaran operasi pasar. Pasalnya, operasi pasar biasanya hanya ada di kota-kota yang besar saja, seperti Surabaya, Malang.
“Kita juga butuh, karena ini untuk kebutuhan pokok masayarakat,” tukasnya.
Salah satu yang juga merasakan dampak dari tidak stabilnya harga minyak goreng adalah Susi, PKL kuliner di kawasan sisi barat Alun-alun Kota Batu. Untuk bisa mendapatkan minyak goreng murah, dirinya selalu bertukar informasi dengan sesama PKL kuliner.
“Kami ini ya juga ada grup (WA) sesama penjual makanan. Kalau ada yang dapat minyak goreng murah, segera diberi tahu teman-teman yang lain, biar bisa dapat juga,” pungkasnya. (ws3/rhd)
Baca juga:
- Relawan Perlintasan KA di Kabupaten Malang Digaji Kisaran Rp2 Juta Perbulan
- Retribusi Gedung Parkir Kayutangan Tembus Rp1,5-3 Juta per Hari, Dishub Komitmen Tingkatkan Layanan
- Wali Kota Batu Beri Lampu Hijau DKKB Kelola Sendratari Arjuna Wiwaha
- Lantik 190 Pejabat, Gus Fawait Targetkan Kemandirian Fiskal Jember Tanpa Bebani Rakyat
- Serbuan Truk China Tekan Industri Nasional Ancam Sektor Otomotif








