Malang, SERU.co.id – Komisi A DPRD Kota Malang mengkritisi jabatan pimpinan tinggi pratama dan administrator yang masih kosong. Dengan mendorong Pemkot Malang melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) segera melakukan meritokrasi untuk mengisi jabatan kosong tersebut. Sehingga roda pemerintahan dan pelayanan publik tidak tersendat dan berdampak pada masyarakat.
Anggota Komisi A DPRD Kota Malang, H. Rokhmad SSos menyampaikan, sebagai komisi yang membidangi Hukum dan Pemerintahan memiliki kewajiban kontrol kinerja eksekutif. Dalam hal ini, Pemkot Malang melalui BKPSDM agar menjalankan sistim meritokrasi dengan baik, sehingga diketahui berapa pegawai di bulan tahun ini yang akan pensiun.
“Dengan sistem meritokrasi, yakni sistem pengelolaan, rekrutmen atau pemberian posisi berdasarkan kemampuan, kompetensi, prestasi dan integritas seseorang. Maka calon pejabat yang siap seleksi terbuka, jobbidding, hingga assessmen, nantinya akan bekerja sesuai bidang keahlian dan profesionalnya,” seru Ustadz Rokhmad, sapaan akrab Ketua Dewan Pakar PKS Kota Malang ini.
Menurutnya, jabatan kosong yang diisi oleh Pelaksana Tugas (Plt) kurang maksimal, lantaran kewenangannya terbatas. Plt tidak bisa mengambil kebijakan strategis, mutasi pegawai, atau tanda tangan anggaran besar. Dampaknya, beban kerja menumpuk dan pelayanan kurang maksimal.
“Dinas yang kepala dinasnya kosong atau diisi Plt, biasanya programnya jalan di tempat, sehingga berdampak pada pelayanan publik. Beberapa jabatan kosong dengan Plt saat ini, yaitu BKPSDM, Bangkesbangpol, dan Inspektorat,” ucap anggota Fraksi PKS DPRD Kota Malang dapil Sukun ini.
Di sisi lain, Wali Kota Malang memiliki hak preogatif melantik pejabat hasil seleksi BKPSDM. Maka sudah sepatutnya, kebutuhan pimpinan tinggi pratama dan administrator yang masih kosong segera diisi. Tentunya, hal ini akan mempermudah kinerja Wali Kota dan Wakil Wali Kota Malang bekerja maksimal mewujudkan Malang Mbois Berkelas.
“Semoga segera dilakukan proses seleksinya secara transparan dan tepat. Sehingga pejabat yang terpilih benar-benar kompeten di bidangnya, bukan karena titipan,” tandas wakil rakyat murah senyum dan pandai berpantun ini. (rhd)









