Jakarta, SERU.co.id – Indonesia memperkuat hubungan strategis dengan Amerika Serikat dan Rusia dalam waktu bersamaan. Langkah ini mencerminkan upaya menjaga keseimbangan di tengah meningkatnya dinamika dan persaingan geopolitik global. Indonesia menegaskan komitmen membangun kemitraan luas tanpa berpihak demi kepentingan nasional.
Indonesia-AS Bentuk MDCP
Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Pete Hegseth menyambut, Menteri Pertahanan Indonesia Sjafrie Sjamsoeddin di Pentagon. Dalam pertemuan tersebut, kedua negara resmi mengumumkan pembentukan Major Defense Cooperation Partnership (MDCP). Yakni sebuah kerangka kerja baru untuk memperkuat kerja sama pertahanan bilateral.
“Hubungan keamanan antara Indonesia dan AS terus berkembang secara aktif dan signifikan. Kedua negara telah melaksanakan lebih dari 170 latihan militer bersama setiap tahun. Hal ini mencerminkan kedekatan kerja sama yang semakin erat,” seru Hegseth, dikutip dari website Kedubes AS di Indonesia, Selasa (14/4/2026).
Menurutnya, kemitraan ini tidak hanya memperkuat daya tangkal kawasan Indo-Pasifik. Namun juga menjadi wujud komitmen bersama dalam menjaga perdamaian melalui kekuatan.
Sementara itu, Menteri Pertahanan Indonesia, Sjafrie Sjamsoeddin menyampaikan, Indonesia datang dengan semangat besar. Terutama untuk terus mengembangkan hubungan pertahanan yang berkelanjutan.
“Kerja sama ini dibangun di atas prinsip saling menghormati dan saling menguntungkan. Kerja sama juga diarahkan untuk kepentingan jangka panjang kedua negara,” tambahnya.
Kerangka MDCP sendiri berdiri di atas tiga pilar utama, yakni penguatan organisasi dan kapasitas militer, peningkatan pendidikan dan pelatihan profesional, serta pengembangan kerja sama operasional. Dalam implementasinya, kedua negara akan menjajaki berbagai inisiatif strategis. Termasuk pengembangan teknologi pertahanan generasi baru di bidang maritim, bawah laut dan sistem otonom.
Selain itu, kerja sama juga mencakup dukungan pemeliharaan, perbaikan dan overhaul sistem pertahanan. Khususnya guna meningkatkan kesiapan operasional. Kerja sama ini juga akan memperluas pelatihan bersama pasukan khusus, serta mempererat hubungan antarpersonel militer kedua negara.
Pemerintah AS turut mengapresiasi kontribusi Indonesia dalam pencarian dan pemulangan jenazah prajurit Amerika sejak Perang Dunia II. Upaya ini akan terus dilanjutkan melalui kerja sama dengan lembaga terkait di bawah Departemen Pertahanan AS.
Kepala Biro Informasi Pertahanan Kementerian Pertahanan RI, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait menyebut, kesepakatan ini sebagai momentum penting dalam memperdalam hubungan bilateral Indonesia–AS.
“MDCP akan menjadi panduan strategis untuk memperluas kolaborasi di berbagai bidang. Mulai dari pengembangan kapasitas hingga teknologi militer mutakhir,” ujarnya.
Tak hanya itu, isu Letter of Intent (LoI) terkait overflight clearance oleh pihak AS turut dibahas. Pemerintah Indonesia menegaskan, dokumen tersebut masih dalam tahap pembahasan dan belum bersifat mengikat. Seluruh bentuk kerja sama tetap harus mengacu pada persetujuan resmi dan memperhatikan hukum nasional.
Presiden Temui Putin di Rusia
Di tengah penguatan hubungan dengan Amerika Serikat, Indonesia juga secara paralel mempererat kerja sama dengan Rusia. Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan resmi ke Moskow dan bertemu dengan Presiden Vladimir Putin di Istana Kremlin.
Dalam pertemuan tersebut, Prabowo menekankan, hubungan bilateral Indonesia–Rusia menunjukkan perkembangan intensif dan produktif dalam beberapa bulan terakhir. Ia mengungkapkan, telah bertemu dengan berbagai delegasi dan perusahaan Rusia, baik di Jakarta maupun Moskow. Dengan hasil pembicaraan yang dinilai konstruktif.
“Saya menyampaikan apresiasi atas dukungan Rusia terhadap kepentingan strategis Indonesia. Termasuk dalam proses aksesi ke kelompok BRICS. Dukungan tersebut penting dalam memperkuat posisi Indonesia di kancah internasional,” imbuh Prabowo.
Pertemuan tersebut juga dimanfaatkan sebagai forum konsultasi strategis dalam menghadapi perubahan geopolitik global. Indonesia memandang Rusia sebagai mitra penting yang memiliki peran konstruktif dalam menjaga stabilitas dunia.
“Indonesia berkomitmen terus mempererat hubungan dengan Rusia. Terutama di sektor ekonomi dan energi sebagai pilar utama kerja sama ke depan. Semoga sinergi semakin kuat dapat memberikan manfaat nyata bagi kedua negara,” pungkas Prabowo, dilansir dari website Presiden RI. (aan/rhd)









