Malang, SERU.co.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang memastikan, proyek perbaikan jalan di kawasan Pasar Gadang akan dimulai bulan Mei mendatang. Nantinya, pengerjaan proyek akan dilakukan secara bertahap untuk memastikan aktivitas pasar tetap berjalan.
Kepala DPUPRPKP Kota Malang, Drs Dandung Djulharjanto MT mengungkapkan, pengerjaan proyek dimulai setelah relokasi pedagang rampung. Rencananya, pengerjaan dimulai bulan Mei 2026 mendatang.
“Pengerjaan jalan akan dilakukan secara bertahap. Hal ini untuk meminimalisir dampak yang ditimbulkan terhadap aktivitas pedagang,” seru Dandung, Selasa (14/4/2026).
Dandung menerangkan, pengerjaan dilakukan bergantian, satu sisi terlebih dahulu. Setelah jalan di satu sisi selesai dan bisa digunakan, baru dilanjutkan ke sisi lainnya.
“Pengerjaan akan dimulai dari kawasan perempatan hingga jembatan di Pasar Gadang. Pedagang yang terdampak langsung akan dipindahkan sementara selama proses pengerjaan,” ungkapnya.
Dandung mengakui, pengerjaan proyek tersebut menyesuaikan jadwal dari Pemkot. Terjadinya kemunduran jadwal dari yang sebelumnya direncanakan mulai bulan April, menyusul adanya usulan pedagang yang harus diakomodasi.
“Kemarin ada usulan dari pedagang untuk dibuatkan pagar. Sehingga kami perlu melakukan perubahan pada Detail Engineering Design (DED) dan melakukan review bersama inspektorat,” jelasnya.
Meski ada penyesuaian jadwal, ia memastikan pembangunan tetap menggunakan konstruksi beton. Dengan skema yang telah disiapkan, Dandung memastikan pengerjaan proyek tidak mengganggu roda perekonomian di kawasan tersebut.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi C DPRD Kota Malang, Anas Muttaqin SPsi mengungkapkan, pihaknya mendesak proses relokasi pedagang segera dirampungkan. Ia menekankan, pentingnya percepatan relokasi, agar proyek pengerjaan jalan tidak mengalami keterlambatan.
“Harapannya proses relokasi bisa segera dilakukan, sehingga pelaksanaan pembangunan tidak terlambat. Karena pembangunan fisik membutuhkan waktu, mulai dari perencanaan hingga lelang,” tegasnya.
Ia menjelaskan, anggaran DAK sekira Rp14 Miliar akan digunakan untuk pembangunan jalan dengan konstruksi beton. DPRD Kota Malang terus mendorong, agar proyek tersebut segera dieksekusi setelah relokasi pedagang rampung, sehingga tidak menghambat pemanfaatan anggaran.
“Sayang jika anggaran yang sudah dialokasikan tidak bisa terealisasi tepat waktu. Perbaikan jalan ini sangat penting untuk memperlancar lalu lintas dan aktivitas di kawasan tersebut,” tandasnya. (bas/rhd)









