Relokasi Pedagang Pasar Gadang Molor, Pemkot Malang Perpanjang Tenggat Waktu Perpindahan

Relokasi Pedagang Pasar Gadang Molor, Pemkot Malang Perpanjang Tenggat Waktu Perpindahan
Persiapan sebelum relokasi pedagang Pasar Gadang. (Seru.co.id/bas)

Malang, SERU.co.id – Proses relokasi pedagang Pasar Gadang yang direncanakan rampung pertengahan April 2026 mengalami kemoloran. Karena itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang memperpanjang tenggat waktu perpindahan usia mempertimbangkan sejumlah kendala di lapangan.

Wali Kota Malang, Dr Ir Wahyu Hidayat MM mengungkapkan, pihaknya terus memantau perkembangan di Pasar Gadang. Diakuinya, memang terjadi kemoloran dari batas waktu yang sebelumnya diberikan, karena prosesnya tidak mudah.

Bacaan Lainnya

“Masih kami pantau terus. Setelah relokasi rampung, perbaikan jalan bisa segera dilakukan,” seru Wahyu, Senin (13/4/2026).

Ia menjelaskan, relokasi pedagang membutuhkan waktu panjang, karena tidak hanya memindahkan barang. Di sisi lain, terdapat aktivitas usaha para pedagang lainnya yang tidak terdampak relokasi.

Wali Kota Malang dan Kepala Diskopindag buka suara terkait molornya proses relokasi pedagang. (Seru.co.id/bas)
Wali Kota Malang dan Kepala Diskopindag buka suara terkait molornya proses relokasi pedagang. (Seru.co.id/bas)

“Dengan pedagang ribuan itu tidak gampang. Tapi kami harapkan April ini selesai,” ungkapnya.

Terpisah, Kepala Diskopindag Kota Malang, Dr Eko Sri Yuliadi SSos MM mengatakan, saat ini proses penataan di dalam tempat relokasi sudah berlangsung. Pedagang secara bertahap mulai menyiapkan tempat berjualan di lokasi baru.

“Yang di dalam sudah mulai menata. Misalnya pedagang ikan atau pracangan, mereka membuat meja, rak dan kebutuhan di tempat masing-masing,” jelasnya.

Ia menyebut, setelah penataan selesai, pedagang yang selama ini berjualan di pinggir jalan akan masuk di dalam. Eko mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan jatah tempat berjualan bagi para pedagang.

“Relokasi dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan pedagang. Proses pemindahan tidak sekadar memindahkan barang, tapi juga aktivitas perdagangan secara keseluruhan. Targetnya bulan ini selesai,” tegasnya.

Selain itu, Eko juga menyampaikan, secara historis, kawasan Pasar Gadang memang mencakup area di sisi selatan dan utara. Adapun jalan berada di tengah pasar dan kala itu belum ada jembatan.

“Dulu itu dua-duanya (sisi utara dan selatan) memang pasar. Seiring perkembangannya, penataan kota harus memperhatikan penataan pedagangnya juga di tempat yang pas,” tandasnya. (bas/mzm)

 

disclaimer

Pos terkait

iklan lowongan marketing seru.co.id