Malang, SERU.co.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang buka suara terkait nihilnya ketersediaan vaksin influenza. Hal itu menjawab keluhan dari para Calon Jemaah Haji (CJH) yang kesulitan mengakses vaksin tersebut.
Kepala Dinkes Kota Malang, dr. Husnul Muarif MM mengungkapkan, vaksin influenza tidak menjadi vaksin yang wajib dipenuhi. Karena itu, layanan vaksin tersebut tidak disediakan di seluruh Puskesmas di Kota Malang.
“Kalau vaksin influenza memang bukan program yang mandatory untuk jemaah haji. Kemenkes hanya mewajibkan dua jenis vaksin bagi CJH, yakni meningitis dan polio,” seru Husnul, saat dikonfirmasi via sambungan telepon, Jumat (10/4/2026).
Ia mengatakan, bagi CJH yang ingin mendapatkan vaksin influenza, dapat mengaksesnya melalui fasilitas kesehatan (faskes) lain. Diakuinya, klinik swasta atau rumah sakit swasta biasanya menyediakan layanan tersebut.
“Untuk influenza itu sifatnya pilihan, jadi bisa ke faskes lain yang menyediakan. Di Kota Malang ada di klinik atau rumah sakit swasta,” ungkapnya.
Menurutnya, tidak menjadi persoalan serius apabila CJH tidak mendapatkan vaksin influenza. Ia menuturkan, ketentuan mengenai vaksinasi bagi CJH sudah disampaikan dalam forum pertemuan bersama KBIHU (Kelompok Ibadah Haji dan Umrah).
“Yang pasti, tanpa vaksin meningitis dan polio, jemaah tidak akan mendapatkan International Certificate of Vaccination (ICV). Ini yang menjadi syarat masuk ke Arab Saudi,” jelasnya.
Meski demikian, kondisi ini dikeluhkan oleh sebagian calon jemaah haji asal Kota Malang, salah satunya Hadi. Ia mengaku kesulitan mengakses vaksin influenza di fasilitas kesehatan pemerintah.
“Vaksin influenza tidak tersedia di seluruh Puskesmas di Kota Malang. Bahkan di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) maupun RSUD di Kota Malang juga tidak tersedia meski ini berbayar,” terangnya.
Kondisi tersebut berbeda dengan di Kota Batu dan Kabupaten Malang. Banyak puskesmas di kedua daerah tersebut tetap menyediakan vaksin influenza, sehingga menjadi sasaran para CJH.
“Banyak jemaah akhirnya ke Kabupaten Malang untuk mengakses vaksin influenza. Kalau saya masih belum, karena masih mencari-cari. Yang sudah vaksin meningitis dan polio,” ujarnya.
Diakuinya, untuk mengakses vaksin influenza memang relatif mahal di fasilitas kesehatan swasta. Ia menyebut, biaya vaksin di rumah sakit swasta di Kota Malang bisa mencapai di atas Rp300 ribu.
“Kalau di Puskesmas Kabupaten Malang itu lebih terjangkau, sekitar Rp220 ribu sampai Rp250 ribu yang tiga strip. Kalau yang empat strip itu selisih 20-30 ribuan, tidak lebih dari Rp300 ribu harganya,” urai pria yang tinggal di Kecamatan Blimbing tersebut.
Ia mengatakan, tidak sedikit CJH yang berusaha mencari vaksin influenza, meski tidak menjadi kewajiban utama. Hal tersebut sebagai langkah antisipasi gangguan kesehatan, seperti flu yang bisa muncul sepulang dari ibadah haji.
“Banyak yang mencari, tapi jawabannya di masing-masing puskesmas terdekat sama, tidak ada. Saya berharap ini menjadi atensi Pemkot Malang melalui jajaran Dinkes, karena di daerah lain tetap tersedia tapi di sini kenapa tidak ada,” tandasnya. (bas/rhd)









