Malang, SERU.co.id – Wali Kota Malang meminta imunisasi campak terus dikebut. Pasalnya, capaian vaksinasi masih baru mencapai 50 persen di tengah potensi penyebaran virus yang cepat.
Wali Kota Malang, Dr Ir Wahyu Hidayat MM mengungkapkan, peninjauan vaksinasi campak dilakukan bersama jajaran Dinkes. Pemkot Malang terus menggencarkan pelaksanaan program Catch-Up Campaign (CUC) imunisasi campak untuk meningkatkan cakupan vaksinasi.
“Sebagian besar sasaran imunisasi sudah mengikuti program ini. Tapi, masih ada sejumlah warga yang memerlukan pendekatan khusus,” seru Wahyu, saat peninjauan imunisasi di RW 3 Kelurahan Bunulrejo, Senin (6/4/2026).
Diakuinya, adanya warga yang masih enggan mengikutkan anaknya vaksinasi campak, karena belum memahami pentingnya imunisasi campak. Karena itu, Catch-Up Campaign (CUC) imunisasi campak perlu digalakkan sampai ke rumah-rumah.
“Kami terus lakukan edukasi, bahkan secara door to door, agar masyarakat memahami pentingnya imunisasi ini. Penyakit ini sangat menular dengan risiko fatal jika tidak ditangani,” ungkapnya.
Wahyu menegaskan, dampak paling fatalnya dapat menyebabkan kematian. Oleh karena itu, Pemkot Malang melibatkan berbagai elemen masyarakat, termasuk tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk meningkatkan kesadaran warga.
“Penularannya sangat cepat, bisa 1 banding 18. Maka ini yang terus kami kejar, supaya tidak terjadi KLB (Kejadian Luar Biasa) di Kota Malang,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinkes Kota Malang, dr Husnul Muarif MM menjelaskan, program ini menyasar anak usia 9 hingga 59 bulan yang belum mendapatkan imunisasi secara lengkap. Adapun program imunisasi campak melalui CUC ini ditargetkan berlangsung hingga 7 April 2026.
“Setelah verifikasi, dari sekitar 13.000 sasaran awal, ada 1.400 anak yang belum atau tidak lengkap imunisasinya. Ini yang kami kejar melalui program CUC,” terang Husnul.
Ia menyebutkan, hingga awal April 2026, capaian imunisasi telah mencapai hampir 50 persen atau sekitar 700 anak. Pelaksanaan imunisasi dilakukan di 16 puskesmas yang tersebar di seluruh kecamatan di Kota Malang.
“Target kami minimal 95 persen untuk mencapai herd immunity. Mudah-mudahan sampai batas akhir besok bisa tercapai,” ujarnya.
Husnul mengakui, masih terdapat sejumlah tantangan di lapangan, seperti keterbatasan transportasi, ketidakhadiran sasaran, hingga penolakan orang tua. Untuk mengatasi hal tersebut, pihaknya melakukan kunjungan rumah sekaligus memberikan edukasi terkait pentingnya vaksinasi.
Di sisi lain, Dinkes Kota Malang mencatat terdapat 61 kasus suspek campak sepanjang 2026. Seluruh kasus tersebut telah dilakukan pengambilan sampel dan dikirim ke laboratorium untuk pemeriksaan lebih lanjut.
“Kasus ini ada yang belum imunisasi, ada juga yang sudah tetapi tidak lengkap. Dalam kondisi berat, bahaya campak bisa menyebabkan kematian,” pungkasnya. (bas/rhd)









