Di Era Gus Fawait Investasi di Jember Meroket 70 Persen

Di Era Gus Fawait Investasi di Jember Meroket 70 Persen
Bupati Jember, Muhammad Fawait. (Ist.)

Jember, SERU.co.id – Di bawah kepemimpinan Bupati Muhammad Fawait, investasi yang masuk ke Jember mengalami kenaikan mencapai 70 persen. Berdasarkan data Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM per Januari 2026, realisasi investasi Jember tahun 2025 menembus angka Rp2,57 triliun.

“Angka ini melonjak tajam sebesar 70,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya sebesar Rp1,51 triliun,” seru Bupati Jember, Gus Fawait, sapaan akrabnya, Kamis (2/3/2026).

Bacaan Lainnya

Selanjutnya kata dia, pencapaian ini bahkan melampaui target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029 yang diproyeksikan sebesar Rp1,85 triliun. Sektor properti dan kawasan industri menjadi mesin utama pendorong pertumbuhan ini.

“Investasi adalah urat nadi pembangunan. Dengan masuknya modal Rp2,57 triliun dari 457 unit usaha, kita berhasil menyerap hampir 10 ribu tenaga kerja baru,” ujarnya.

Dia menambahkan, fokus utamanya bukan sekadar angka. Melainkan dampak nyata bagi warga.

“Fokus kami adalah memastikan investasi ini berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat,” paparnya.

Kendati investasi meroket, menurut Gus Fawait tantangan ekonomi tetap ada di Kabupaten Jember. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi tahunan (year-on-year) Jember pada Maret 2026 berada di angka 3,84 persen.

“Angka ini sedikit di atas rata-rata nasional (3,48%) dan Jawa Timur (3,79%),” tambahnya.

Menanggapi hal tersebut, Gus Fawait memastikan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) bekerja ekstra keras dengan strategi keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif.

“Kami bergerak cepat di lapangan melalui operasi pasar rutin dan penguatan sinergi lintas instansi. Ini penting untuk menjaga stok BBM, LPG, serta bahan pangan agar tetap terjangkau,” tandasnya.

Sebagai informasi, sektor yang mendominasi investasi di Jember yakni adalah properti & Kawasan Industri sebesar Rp1,44 triliun. Kemudian, industri makanan Rp302,86 miliar, kimia dan farmasi Rp212,04 miliar. Serta mineral non-logam Rp176,21 miliar, perdagangan dan reparasi sebesar Rp138,4 miliar. (sgt/mzm)

 

disclaimer

Pos terkait

iklan lowongan marketing seru.co.id