BMKG Imbau Masyarakat Waspada Cuaca Ekstrem Dalam 10 Hari ke Depan

BMKG Imbau Masyarakat Waspada Cuaca Ekstrem Dalam 10 Hari ke Depan
Cuaca ektrem menyebabkanp pohon tumbang di Kabupaten Malang, (ist)

Sidoarjo, SERU.co.id – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kelas I Juanda menghimbau masyarakat Jawa Timur (Jatim) untuk selalu waspada. Dari hasil pemantauan cuaca, mulai 26 Maret – 4 April 2026, Jatim berpotensi diterjang cuaca ekstrem.

Kepala BMKG Kelas I Juanda, Taufiq Hermawan menuturkan, cuaca ekstrem yang terjadi di beberapa wilayah Jawa Timur dapat mengakibatkan bencana hidrometeorologi. Seperti hujan sedang hingga lebat, banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, puting beliung, serta hujan es.

Bacaan Lainnya

“Diprakirakan dalam 10 hari ke depan akan terjadi peningkatan cuaca ekstrem yang berdampak signifikan terhadap aktivitas masyarakat,” seru Taufik.

Ia mengatakan, saat ini sebagian wilayah Jawa Timur mulai memasuki masa peralihan dari musim hujan ke musim kemarau. Sehingga diprediksi berpotensi cuaca ekstrem bahkan bencana hidrometeorologi.

“Ini merupakan dampak adanya gangguan Gelombang Rossby dan Gelombang Kelvin yang akan melintasi wilayah Jawa Timur. Dimana suhu muka laut menunjukan secara umum aktivitas penguapan cukup signifikan di Selat Madura,” ungkapnya.

Menurut pengamatan BMKG, dampak tidak langsung dari Siklon Tropis Narelle yang saat ini berada di Samudera Hindia barat Australia selatan Nusa Tenggara Barat. Serta kondisi atmosfer lokal yang labil turut mendukung pertumbuhan awan-awan konvektif.

“Fenomena tersebut berpotensi menimbulkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat dapat disertai petir dan angin kencang,” imbunya.

Taufiq menghimbau masyarakat dan instansi terkait agar senantiasa waspada terhadap perubahan cuaca mendadak, serta adanya potensi cuaca ekstrem. Berupa hujan sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang selama 10 hari ke depan.

Versi Bahasa Inggris

Selain itu, masyarakat di wilayah dengan topografi curam, bergunung, tebing juga diharapkan lebih waspada terhadap dampak yang dapat ditimbulkan akibat cuaca ekstrem seperti bencana hidrometeorologi.

“Masyarakat juga dihimbau untuk selalu memantau kondisi cuaca terkini, berdasarkan citra radar cuaca WOFI. Melalui website https://stamet-juanda.bmkg.go.id/radar/, dan informasi peringatan dini 3 harian dan peringatan dini 2-3 jam ke depan yang selalu kami bagikan,” tuturnya. (wul/ono)

 

disclaimer

Pos terkait

iklan lowongan marketing seru.co.id