Batu, SERU.co.id – Meskipun memasuki masa libur panjang Idulfitri dan musim puncak kunjungan wisata (high season), kebersihan di sudut-sudut Kota Batu tetap terjaga dengan baik. Hal ini tidak lepas dari kebijakan khusus yang diterapkan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk memastikan penanganan sampah berjalan optimal tanpa jeda.
​Kepala DLH Kota Batu, Dian Fachroni Kurniawan, SE,MSE,MA menjelaskan, berdasarkan kebijakan Wali Kota Batu, pihaknya mengaktifkan opsi lembur darurat bagi para petugas lapangan di tengah masa libur ASN. Hal ini dilakukan demi mengantisipasi lonjakan volume sampah yang biasanya meningkat drastis saat wisatawan memadati Kota Batu. Pihaknya menerapkan sistem shifting atau pergantian tugas secara berkelanjutan agar pelayanan pembersihan tetap berjalan selama 24 jam penuh.
​”Kami melaksanakan shifting, tidak ada libur di Lebaran ini. Konsepnya 2/4/7, yakni 24 jam selama 7 hari nonstop. Bahkan pada saat pelaksanaan salat Idulfitri pun, kami menerjunkan petugas untuk segera membersihkan lokasi-lokasi pusat keramaian,” seru Dian Fachroni.
Dian Fachroni menuturkan, ​untuk mendukung kelancaran distribusi sampah, DLH Kota Batu menyiagakan ​9 unit truk jungkit (dump truck). Armada ini selalu beroperasi secara rutin untuk mengangkut sampah dari berbagai titik. Didukung ​Tim Reaksi Cepat “Sapu Jagat” yang fokus menyisir area perbatasan dan lokasi-lokasi rawan penumpukan sampah.
“Kami punya ​115 personel penyapu jalan yang disebar di 21 ruas jalan protokol. Ditambah ​80 personel armada yang bertugas di bagian pengangkutan dan pemrosesan akhir,” tuturnya.
​Dian juga menyebutkan, peningkatan volume sampah pada masa libur ini tercatat cukup signifikan. Jika pada hari biasa volume sampah di jalur protokol mencapai kisaran 30 ton per hari, pada musim liburan ini melonjak hingga 50 ton per hari. ​Guna mengatasi beban tersebut, DLH mengoptimalkan fasilitas di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Tlekung.
“Kami mengaktivasi big composter di TPST Tlekung dengan kapasitas 8 ton sampah organik per hari. Sisanya, kami selesaikan melalui proses insinerasi,” imbuhnya.
Dian juga menambahkan, ​saat ini, terdapat tiga unit insinerator di TPST Tlekung yang bekerja maksimal. Selain itu, dua unit insinerator di wilayah Kelurahan Dadaprejo dan Sisir juga turut diaktifkan untuk mempercepat pemusnahan sampah di tingkat wilayah. Dengan kapasitas insinerasi sekitar 2 ton per dua jam, Dian optimis sampah yang masuk dapat diselesaikan dalam hari yang sama (one day process).
​”Dengan manajemen pengelolaan yang terintegrasi ini, diharapkan wisatawan maupun warga lokal dapat menikmati suasana Kota Batu dengan nyaman dan asri tanpa terganggu oleh tumpukan sampah,” pungkasnya. (dik/mzm)









