Konsumsi BBM Diprediksi Naik 11,9 Persen saat Lebaran, Pertamina Jatimbalinus Pastikan Pasokan Aman

Konsumsi BBM Diprediksi Naik 11,9 Persen saat Lebaran, Pertamina Jatimbalinus Pastikan Pasokan Aman
Pertamina Jatimbalinus memperkuat pasokan energi selama momen Lebaran 2026. (dok. Humas Pertamina)

Malang, SERU.co.id – Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus memprediksi, konsumsi BBM naik hingga 11,9 persen saat Lebaran. Pertamina memastikan rantai pasokan energi aman untuk mencukupi kebutuhan masyarakat.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus, Ahad Rahedi mengungkapkan, Pertamina Patra Niaga siap menghadapi momen Lebaran. Distribusi energi berjalan lancar selama periode 9 Maret hingga 1 April 2026 berkat penguatan pasokan energi dalam menghadapi lonjakan konsumsi masyarakat.

Bacaan Lainnya

“Peningkatan perjalanan masyarakat selama periode mudik diperkirakan akan mendorong kenaikan konsumsi sejumlah jenis energi. Khususnya, bahan bakar gasoline dan LPG,” seru Ahad.

Menurutnya, konsumsi gasoline diproyeksikan meningkat sekitar 11,9 persen dari rata-rata normal harian sebesar 18.430 kiloliter. Sedangkan, konsumsi gasoil justru diprediksi turun sekitar 9,8 persen dari rata-rata 8.805 kiloliter per hari, seiring berkurangnya aktivitas industri selama Lebaran.

“Selain BBM, kebutuhan energi rumah tangga juga diperkirakan meningkat. Konsumsi minyak tanah diprediksi naik 7,3 persen dari rata-rata 375 kiloliter per hari. Sedangkan LPG meningkat 3,5 persen dari rata-rata 6.567 metrik ton per hari,” terangnya.

Lonjakan mobilitas masyarakat selama periode mudik dan balik Lebaran diperkirakan terjadi dalam empat fase. Dua puncak arus mudik diprediksi berlangsung pada 14–15 Maret serta 18–19 Maret 2026.

“Sementara arus balik diperkirakan terjadi pada 24–25 Maret 2026. Kemudian fase terakhir tanggal 28–29 Maret 2026,” imbuhnya.

Di sektor penerbangan, Pertamina juga memastikan ketersediaan Avtur di 15 bandara yang tersebar di Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara. Pasokan tersebut disiapkan untuk mendukung aktivitas penerbangan selama periode libur Lebaran.

“Meski demikian, konsumsi Avtur diperkirakan menurun sekitar 6,1 persen dari rata-rata normal 3.316 kiloliter per hari. Penurunan ini disebabkan tidak ada penerbangan komersial saat Hari Raya Nyepi di Bandara Ngurah Rai serta pembatalan penerbangan rute Timur Tengah,” ungkapnya.

Untuk menjaga kelancaran distribusi energi, Pertamina mengoptimalkan seluruh infrastruktur yang dimiliki di wilayah Jatimbalinus. Infrastruktur tersebut meliputi 1.482 SPBU, 900 Pertashop, serta 1.296 agen LPG.

“Layanan tambahan juga disiapkan untuk mendukung kebutuhan masyarakat selama perjalanan mudik. Sebanyak 644 SPBU Siaga beroperasi selama 24 jam dan 1.040 agen LPG Siaga disiagakan untuk memastikan ketersediaan energi setiap saat,” bebernya.

Ahad melanjutkan, Pertamina menyiapkan sembilan titik layanan BBM dan Kiosk Pertamina Siaga. Ditambah 36 unit Motorist atau Pertamina Delivery Service (PDS) yang dapat menjangkau permukiman hingga jalur wisata.

“Untuk mengantisipasi lonjakan permintaan di jalur padat perjalanan, disiagakan 17 unit mobil tangki kantong suplai tambahan. Sementara fasilitas layanan bagi pemudik juga disediakan melalui tiga titik Serambi MyPertamina yang berada di rest area dan pusat keramaian,” ujarnya.

Fasilitas ini menyediakan berbagai layanan seperti ruang istirahat, ruang ibu dan anak, barbershop, mini klinik, hingga area bermain anak. Dari aspek layanan keselamatan, diperkuat melalui penyediaan ambulans di sejumlah titik strategis serta layanan porter gratis di beberapa bandara.

“Seluruh distribusi energi selama periode Satgas dipantau melalui sistem monitoring real-time di command center. Pertamina juga menghadirkan berbagai promo pembelian BBM non-subsidi serta layanan digital melalui aplikasi MyPertamina,” tandasnya. (bas/rhd)

disclaimer

Pos terkait

iklan lowongan marketing seru.co.id