Batu, SERU.co.id – Wali Kota Batu, Nurochman SH MH memaparkan tentang ekosistem kesehatan komprehensif yang dirancang dalam Program Mbatu Sae. Pemaparan tersebut disampaikan di depan para Camat, Lurah, Kades dan awak media dalam sebuah program Talkshow di Graha Pancasila, Jumat (13/3/2026).
Program ini dimaksudkan untuk mengubah wajah pelayanan medis di wilayah Kota Batu. Dalam paparannya, Wali Kota Batu, Nurochman menyebutkan, program ini menggeser paradigma lama yang bersifat kuratif (menunggu sakit), menjadi sistem proaktif yang fokus pada pencegahan sejak dini.
”Kesehatan masyarakat adalah prasyarat mutlak untuk membangun Kota Batu yang berkualitas dan melahirkan keluarga yang kuat serta produktif,” seru Wali Kota Nurochman
Cak Nur menuturkan, perbedaan mencolok dalam visi mBatu Sae terletak pada aksesibilitas layanan kesehatan pada masyarakat. Jika sebelumnya layanan kesehatan seringkali terbatas pada jam operasional kantor, kini melalui Mbatu Sae, ia menghadirkan Puskesmas Sentral yang bersiaga 24 jam. Fasilitas ini berfungsi sebagai jantung kesiagaan medis dan pusat rujukan bagi puskesmas lain di seluruh wilayah Kota Batu.
”Kami tidak hanya memperkuat fasilitas, tetapi mendekatkan layanan ke masyarakat,” tutur Cak Nur sapaannya.
Cak Nur menyebutkan, untuk memastikan keadilan layanan, ia menempatkan tenaga kesehatan di setiap desa dan kelurahan.
“Meskipun belum bisa hadir setiap hari, namun tenaga medis dokter saat ini sudah lebih dekat dengan warga,” ujarnya.
Salah satu layanan unggulan dari program mBatu Sae ini, lanjut Cak Wali, adalah layanan Home Care. Program ini secara khusus menyasar kelompok rentan, seperti lansia dan penyandang disabilitas yang memiliki keterbatasan mobilitas.
“Tenaga kesehatan akan melakukan kunjungan langsung ke rumah warga untuk memastikan hak atas layanan medis yang layak tetap terpenuhi tanpa terkendala jarak,” imbuhnya.
Sementara itu, di sektor kesehatan anak, Wali Kota memposisikan Posyandu sebagai garda terdepan dalam pencegahan stunting. Upaya ini dilakukan melalui tiga langkah presisi yakni pemantauan rutin tumbuh kembang Balita. Intervensi nutrisi juga dilakukan melalui Pemberian Makanan Tambahan (PMT) yang tepat sasaran.
“Kota Batu optimis dapat mewujudkan masyarakat yang tidak hanya sehat secara fisik, tetapi juga produktif dalam membangun daerah,” pungkasnya. (dik/mzm)









