Malang, SERU.co.id – Pemerintah Kabupaten (Kabupaten) Malang menggelar Pasar Murah Lebaran 2026 di halaman Pasar Sumedang, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang. Kegiatan ini digelar guna menjaga keseimbangan antara ketersediaan pasokan, keterjangkauan harga, serta daya beli masyarakat menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah ini.
Bupati Malang, HM Sanusi menjelaskan, ini merupakan bentuk upaya dari Pemkab Malang menjaga stabilitas harga bahan pokok. Sekaligus memastikan masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok, dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan harga pasar.
“Saya mengapresiasi langkah Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Malang yang telah menginisiasi kegiatan ini. Serta seluruh pihak yang turut mendukung, mulai dari distributor, produsen, pelaku IKM hingga berbagai lembaga. Yang turut berpartisipasi dalam menyediakan berbagai kebutuhan pokok bagi masyarakat,” seru Sanusi.
Dirinya menerangkan, selain menjaga stok dan harga kebutuhan pokok di pasaran Pasar Murah Lebaran 2026 ini juga bertujuan untuk upaya pengendalian inflasi daerah.
“Pemerintah Kabupaten Malang akan terus berkomitmen menjaga stabilitas harga bahan pokok. Serta memperkuat ketahanan pangan daerah dan memastikan distribusi kebutuhan pokok berjalan lancar hingga menjelang Hari Raya Idulfitri,” bebernya.
Di tempat yang berbeda, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Malang, Astri Lutfiatunnisa menambahkan, untuk kegiatan Pasar Murah Lebaran ini, pihaknya menyiapkan sekitar 2.000 kupon potongan harga untuk dua hari pelaksanaan pasar murah di Pasar Sumedang.
Ia membeberkan, kegiatan serupa juga sudah digelar selama tiga hari di Pasar Pakisaji dengan menyediakan 1.000 kupon.
“Kupon diskon ini menjadi salah satu stimulus. Agar masyarakat dapat berbelanja kebutuhan pokok dengan harga yang lebih ringan menjelang Hari Raya Idulfitri. Nilai potongan harga yang diberikan sebesar Rp10.000 per produk,” kata Astri.
Ia menyebut, kupon tersebut langsung dapat untuk berbelanja di stand-stand yang tersedia di area pasar murah ini. Pihaknya juga telah menyediakan berbagai kebutuhan pokok yang dibandrol dengan harga subsidi. Seperti 4 ton beras, 2 ton gula pasir dan kebutuhan pokok lainnya. (wul/mzm)









