Batu, SERU.co.id – Pemerintah Kota Batu melalui Wali Kota Batu, Nurochman SH MH menegaskan komitmennya dalam mengantisipasi potensi bencana alam dan gangguan sosial di wilayahnya. Langkah ini diambil menyusul laporan adanya belasan rumah warga yang mengalami kerusakan akibat bencana baru-baru ini.
Menanggapi kerusakan rumah warga akibat hujan angin yang terjadi 3 hari lalu (4/3/2026) tersebut, Pemkot Batu telah melakukan kajian cepat. Guna memberikan bantuan serta dukungan bagi masyarakat yang terdampak. Nurochman menjelaskan, anggaran bantuan tidak hanya bersumber dari Belanja Tidak Terduga (BTT), melainkan juga mengoptimalkan anggaran rutin di dinas-dinas teknis terkait.
”Anggaran di dinas itu kan ada semacam antisipasi untuk perawatan yang bisa dimanfaatkan. Jadi tidak harus semuanya dari BTT, agar prosesnya tidak terlalu rumit,” seru Cak Nur sapaannya.
Hingga saat ini, anggaran BTT Kota Batu dilaporkan masih dalam kondisi aman dan belum terpakai. Cak Nur berharap anggaran tersebut tidak sampai digunakan, dan Kota Batu tetap aman dari musibah bencana. Namun, diakui berdasarkan prakiraan dari BMKG, cuaca ekstrem diprediksi akan berlangsung hingga tanggal 10 Maret.
“Aktivitas sekolah tetap berjalan normal dengan imbauan kewaspadaan yang ditingkatkan bagi seluruh siswa dan staf pengajar,” tuturnya.
Cak Nur juga menambahkan, sebagai langkah preventif tambahan, Pemkot Batu melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU), Dinas Lingkungan Hidup (LH), BPBD, dan Damkar terus melakukan koordinasi intensif. Salah satu fokus utamanya adalah perampingan pohon-pohon tua yang rawan tumbang, seperti yang baru-baru ini ditangani di kawasan Songgoriti. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan tidak ragu melaporkan potensi bahaya di lingkungan mereka melalui saluran komunikasi yang tersedia.
“Peralatan kami semua sudah siap (ready). Masyarakat bisa melapor melalui hotline atau call center yang dimiliki BPBD maupun Damkar,” pungkasnya. (dik/mzm)









