Jambi, SERU.co.id – Aksi penarikan dana nasabah Bank Jambi terus melonjak usai insiden peretasan sistem yang merugikan nasabah. Sejumlah rekening dilaporkan kehilangan dana dengan rata-rata Rp24 juta dan layanan digital masih dinonaktifkan. Pihak Bank menyatakan sudah mengganti kerugian sesuai nominal yang diverifikasi.
Direktur Treasury, Dana, Teknologi Informasi dan Digital Bank Jambi, H Achmad Nunung mengakui, adanya lonjakan penarikan dana dibanding hari normal. Ia menegaskan, kondisi tersebut belum mengarah pada rush money dan likuiditas bank masih dalam batas aman.
“Kami memahami keresahan nasabah dan memohon maaf atas layanan yang belum maksimal,” seru Nunung, dikutip dari Sekatojambicom, Sabtu (28/2/2026).
Sejumlah nasabah sebelumnya melaporkan kehilangan dana dengan nominal rata-rata sekitar Rp24 juta per rekening. Dalam unggahan Instagram @bankjambi, penyelesaian pengembalian dana nasabah sudah dilakukan.
“Sehubungan dengan kendala yang terjadi, kami sampaikan proses pengembalian dana nasabah telah dilakukan sepenuhnya. Dana nasabah telah dikembalikan ke seluruh rekening nasabah sesuai dengan nominal yang telah kami verifikasi,” tulis manajemen Bank Jambi.
Manajemen juga menyampaikan, permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami nasabah dan mengapresiasi kepercayaan masyarakat. Bank Jambi menyatakan siap memberikan penjelasan lanjutan melalui layanan Call Center 1500-665 atau kantor cabang terdekat. Khususnya apabila nasabah masih memiliki pertanyaan terkait insiden tersebut.
Menanggapi isu ini, Ketua DPRD Kota Jambi, Kemas Faried Alfarelly menegaskan, pihaknya tidak ingin persoalan ini berlarut-larut. Apalagi sampai menggerus kepercayaan publik.
“Yang paling penting, hak nasabah harus segera dipulihkan. Apalagi bertepatan dengan pencairan gaji ASN,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala OJK Jambi, Yan Iswara Rosya menyatakan, proses audit forensik masih berjalan. Terutama untuk menelusuri sumber gangguan dan aliran dana.
“OJK mengawal proses ini sampai tuntas. Komitmen penggantian dana nasabah telah disampaikan pihak bank,” ujarnya.
Sebagai langkah pengamanan, layanan digital Bank Jambi, termasuk ATM dan mobile banking sementara dinonaktifkan. Gubernur Jambi, Al Haris menjelaskan, penanganan insiden telah melibatkan otoritas nasional. Termasuk Bank Indonesia, OJK, PPATK dan kepolisian.
“Langkah ini diambil demi melindungi dana nasabah selama investigasi berlangsung,” katanya.
Meski layanan digital terhenti, transaksi konvensional di kantor cabang tetap berjalan. Nasabah masih dapat melakukan penarikan dana secara manual melalui teller. (aan/rhd)









