Malang, SERU.co.id – Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Malang, bakal melakukan rapat kerja (raker) bersama Satgas MBG (Makan Bergizi Gratis) dan Dinas Pendidikan. Guna menindaklanjuti banyaknya aduan keluhan orang tua siswa terhadap menu MBG mereka terima di Bulan Ramadan yang dinilai tidak layak.
Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Malang, Zulham Akhmad Mubarrok mengaku, dirinya dan beberapa anggota dewan lainya juga mendapatkan aduan. Keluhan yang disampaikan melalui pesan singkat Whatsapp ini, rata-rata sama yakni terkait menu MBG.
“Saya kebetulan menerima banyak WA, terus beberapa teman DPRD yang lain juga sama. Karena masyarakat ini kan mungkin menyampaikan keluhan menilai unsur DPRD yang terdekat (jadi lapor ke dewan),” seru Zulham, saat dikonfirmasi.
Ia memberikan, sejauh ini DPRD dan pihak Satgas MBG Kabupaten Malang belum pernah melakukan rapat koordinasi, guna mengetahui sejauh apa quality control SPPG. Sehingga pihaknya dalam waktu dekat akan melakukan rakor, agar menindak lanjuti permasalahan itu.
“Kita gak pernah tahu perkembangan quality control nya sampai seperti apa. Hari ini sudah jalan berapa persen inikam perlu kita update, harapannya antisipasi hal-hal seperti ini,” ungkapnya.
Dikatakan Zulham, aduan tersebut tidak hanya berasal dari satu kecamatan saja. Beberapa warga yang mengadu berasal dari Kecamatan Bululawang, Poncokusumo, Lawang, Kepanjen, Tumpang, Gondanglegi dan lain sebagainya.
“Dari seluruh wilayah kabupaten, artinya saya membaca pola kalau produk yang dibagikan ini kan ternyata identik, mirip. Seperti kurma, atau buah-buahan, susu, roti. Ini kan jangan-jangan SPPG ini saling kompak atau bahkan mereka menyepakati satu juknis, mungkin dan ini berlaku di semua wilayah, saya baca di sosmed di wilayah sama,” tutur Zulham.
“Kan punya ahli gizi , masa iya ahli gizi merekomendasikan buah mentah kemudian roti yang kadaluarsa, ini temuan nya kan begitu. Jangan sampai masyarakat menerima (asumsi) nya salah,” imbuh Zulham. (wul/ono)









