Malang, SERU.co.id – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang membenarkan, penataan parkir di kawasan Kayutangan masih menyisakan sejumlah pekerjaan rumah. Salah satunya, memastikan nasib para jukir terdampak pembangunan gedung parkir dengan memenuhi regulasi untuk mengupayakan pemberdayaan SDM.
Kepala Dishub Kota Malang, Drs Widjaja Saleh Putra mengungkapkan, pihaknya sedang menyiapkan solusi bagi jukir yang terdampak keberadaan Gedung Parkir Kayutangan. Diakuinya, ia telah bertemu para jukir tersebut dan mendengarkan keluh kesah mereka.
“Gedung parkir dibangun untuk mengurai persoalan parkir di tepi jalan, khususnya di sisi kanan koridor Kayutangan Heritage. Namun kebijakan itu berdampak pada sejumlah jukir dan tugas kami memfasilitasi mereka,” seru Jaya saat dikonfirmasi, Kamis (19/2/2026).
Diakuinya, kehadiran Gedung Parkir Kayutangan memang menjadikan kawasan parkir lebih tertata. Tapi saat ini operasionalnya masih ditangani oleh petugas Dishub, belum dikelolakan pihak ketiga.
“Nanti kalau regulasi sudah terpenuhi, kami terapkan itu (mempekerjakan jukir di gedung parkir, red). Kami berharap bisa mempekerjakan jukir yang sebelumnya ada di sisi kanan jalan,” ungkapnya.
Pria kelahiran Ambon itu menerangkan, ada tahapan yang harus dipenuhi untuk bisa mempekerjakan para jukir tersebut. Diperlukan penilaian mendalam hingga penyusunan skema kerja sama dengan pihak ketiga.
“Misalnya, saya harus menjadi seorang pejabat pengguna barang dan melakukan appraisal terhadap gedung parkir. Baru nantinya kami kerja samakan dengan pihak ketiga,” jelasnya
Sebagai solusi jangka pendek, Dishub akan menyalurkan mereka ke titik parkir lain yang masih memungkinkan untuk menampung tambahan petugas. Salah satu lokasi yang disiapkan adalah di Jalan Tenes.
“Tidak mungkin dikelola pemerintah sendiri, jadi harus dipihakketigakan. Kalau regulasinya sudah terpenuhi, kami berharap para jukir tetap bisa bekerja,” ujarnya.
Terkait tarif parkir, ia menegaskan tidak akan ada kenaikan. Tarif tetap sama dengan ketentuan yang berlaku, meski nantinya pengelolaan dilakukan bersama pihak ketiga.
“Yang terpenting adalah mengurangi permasalahan parkir di kawasan Kayutangan. Pada rencana awal, gedung parkir tersebut dirancang setinggi lima lantai, namun saat ini baru terealisasi dua lantai,” tandasnya. (bas/ono)









