Sementara untuk layanan Mas-Pio yaitu pengantaran obat gratis tersebut pihak RSUD Sumberrejo, tidak menggunakan dari tenaga eksternal untuk mengantar obat pasien. Akan tetapi ada petugas khusus dari RSUD Sumberrejo untuk menyampaikan informasi obat yang benar, tidak hanya mengantar juga memastikan obat diterima oleh penerima aslinya. Dengan Mas-Pio ini juga bisa mengambil masukan dan saran dari pasien.
“Tidak ada pembebanan pembiayaan kepada pengguna layanan Mas PIO, ada 3 pengantar yang dibagi per wilayah ada 12 kecamatan, paling tidak satu orang ada 3 sampai 4 kecamatan. Bahkan ada yang diantar sampai malam karena jauh, namun tetap akan diantarkan hari itu juga. Selain itu pernah ada yang orangnya tidak di rumah obatnya kita antar hari berikutnya, untuk diberikan langsung kepada yang bersangkutan,” jelasnya.
Dia menambahkan pengantaran obat melalui layanan Mas-Pio sudah ditawarkan di bagian pendaftaran. Jika setuju untuk diantarkan pasien tersebut diminta tanda tangan, lalu jika pasien tersebut sudah diperiksa dokter dan mendapat resep, diberikan di bagian farmasi dan bisa langsung pulang.
“Sebab obat akan diantarkan kerumah hari itu juga,” terangnya. (*/ono)
Baca juga:
- Perselisihan Dua Yayasan di Turen Belum Temukan Titik Terang di RDPU DPRD Kabupaten Malang
- Wujudkan Smart Green Campus, UB Tekankan Lima Aspek Ini
- Kesiapan Mental dan Finansial Jadi Pertimbangan Gen Z Menunda Pernikahan
- KAI Batalkan 38 Perjalanan KA Akibat Banjir, Penumpang Dapat Refund
- Warga Wiyurejo Digegerkan Penemuan Jenazah Petani Tergantung di Gubuk Kebun Apel







