Bandung, SERU.co.id – Kabar menghebohkan beredar di masyarakat Kota Bandung lantaran seorang pemimpin Pusat Pendidikan Dai mengaku sebagai nabi ke-28. Dilansir dari akun @dapat_ccan, tempat Pusdiklat Dai di Kecamatan Buahbatu itu digeruduk warga, Rabu (23/6/2021).
Camat Buahbatu Edi Juhendi mengonfirmasi kejadian tersebut. Ia menjelaskan, polisi dan MUI tingkat kecamatan telah bertemu untuk membahas hal ini.
“Kemarin kita sudah berkumpul juga dengan MUI kecamatan, ya pada prinsipnya boleh dikatakan menyimpang katanya. Salah satu indikatornya dia mengaku rasul, pimpinan yayasannya itu,” kata Edi, dikutip dari Detik.com, Kamis (24/4/2021).
Edi menambahkan, ia juga telah berkomunikasi dengan Forum Komunikasi Pimpinan Kemcamatan (Forkompimcam) Buahbatu. Dari pembahasan tersebut, hasil yang didapatkan mengarah kepada pembubaran yayasan sebab dinilai menyimpang.
“Kami sudah berkomunikasi dan musyawarah dengan Pak Kapolsek, Pak Danramil, Ketua MUI kecamatan, Forkompimcam untuk menghindari aktivitas warga yang memang ingin mengarah membubarkan Yayasan Baiti Jannati diduga ada penyimpangan dan penistaan agama,” kata Edi.
Selain itu, Edi menyampaikan aktivitas keagamaan kelompok itu terkesan ekslusif. Warga sekitar juga menilai cara beragama yayasan tersebut berbeda.
“Jadi pengikutnya ada di yayasan, bahkan sama masyarakat sekitar karena eksklusif mereka lihat warga murtad, berbeda dengan mereka, sehingga masyarakat sekitar diposisikan berbeda oleh mereka, jadi eksklusif,” imbuhnya.
Kini pria yang mengaku nabi itu telah diamankan oleh Polrestabes Bandung. Hal ini agar menghindari amukan warga yang berlebihan. (hma/rhd)
Baca juga:
- Pengelolaan Velodrome Terganjal Status Aset, DPRD Desak Pemkot Malang dan Pemprov Jatim Tuntaskan Persoalan
- Kandang Ayam Kapasitas 20 Ribu Ekor Terbakar di Boyolali, Kerugian Ditaksir Ratusan Juta
- Perizinan Hotel Aston Belum Lengkap, DPRD Kota Malang Kaji Operasional Hotel
- Semarak HUT ke-80 Bhayangkara, Polres Blitar Kota Gelar Donor Darah untuk Kemanusiaan
- Dorong Regulasi Pemajuan Kebudayaan, DKKB Desak DPRD Kota Batu Jadikan Seni-Tradisi Investasi Peradaban









