Malang, SERU.co.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur terus membenahi layanan Rumah Sakit. Salah satunya, melalui konsolidasi pengadaan alat kesehatan dan obat sebagai kunci pelayanan yang lebih efisien.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengungkapkan, konsolidasi antar rumah sakit membuat pengadaan alkes menjadi lebih murah. Pasalnya, pengadaan dilakukan dalam jumlah besar, meskipun realisasi penggunaannya tidak selalu sesuai dengan perencanaan awal.
“Misalnya kebutuhan ortopedi kita rencanakan 200 unit, tetapi yang terpakai hanya 150, harganya tetap mengikuti skema pembelian 200. Itu membuat biaya jauh lebih efisien,” seru Khofifah saat menghadiri peresmian Grand Paviliun RSSA Malang, Rabu (22/4/2026).
Selain alkes, konsolidasi juga diterapkan pada pengadaan obat-obatan. Khofifah menuturkan, langkah ini menjadi bagian dari upaya membangun tata kelola rumah sakit yang lebih baik dan transparan. L
“Ini sekaligus memastikan ketersediaan stok tetap terjaga. Jadi, tidak ada kehabisan atau kekosongan stok obat, karena pengadaannya konsolidasi lintas rumah sakit,” ungkapnya.
Tak hanya itu, Pemprov Jatim juga mendorong konsolidasi pengadaan cairan infus yang dinilai krusial bagi layanan rumah sakit. Dengan adanya pabrik infus di Pasuruan yang akan mengembangkan lini produksi keempat pada akhir April, diharapkan kebutuhan infus terus terpenuhi.
“Infus ini tidak boleh kosong di rumah sakit. Karena itu kami menjajaki skema kerja sama dengan produsen, agar ada jaminan harga dan ketersediaan, meskipun realisasi kebutuhan tidak 100 persen,” jelasnya.
Lebih lanjut, Khofifah menyoroti sejumlah rumah sakit naungan Pemprov Jatim yang memiliki keunggulan masing-masing. Misalnya, RSUD Dr Soetomo yang masuk dalam jajaran 100 besar rumah sakit dunia.
“Kalau RSUD Dr Saiful Anwar Malang ini unggul pada layanan laboratorium terintegrasi. Bahkan ini menjadi rujukan berbagai rumah sakit, baik dari dalam dan luar Jawa Timur,” ujarnya.
Khofifah juga menilai, kehadiran fasilitas premium Grand Paviliun di RSSA Malang penting untuk menjawab kebutuhan layanan kesehatan segmen menengah atas. Menurutnya, fasilitas tersebut mampu menekan angka masyarakat yang berobat ke luar negeri.
“Kalau kita tidak menyiapkan layanan dengan kualitas tertentu, mereka akan lebih memilih berobat ke luar negeri. Padahal di sini sudah tersedia layanan terintegrasi, mulai dari ruang operasi hingga farmasi dalam satu kawasan,” katanya.
Khofifah pun mengajak masyarakat untuk memanfaatkan layanan rumah sakit dalam negeri. Menurutnya, sudah banyak rumah sakit yang kualitas pelayanannya tidak kalah dengan rumah sakit di luar negeri.
“Tidak perlu ke Singapura atau Malaysia. Cukup berobat di Saiful Anwar,” pungkasnya. (bas/rhd)









