Malang, SERU.co.id – Koperasi Unit Desa (KUD) Susu Sinau Andandani Ekonomi (SAE) Pujon terus melakukan terobosan untuk meningkatkan kesejahteraan dan produktivitas para peternak anggotanya. Salah satu inovasi terbaru adalah layanan pengiriman pakan ternak berbasis teknologi yang diberi nama “Go Grass”.
​Sekretaris KUD Susu SAE Pujon, H Nur Kayin menjelaskan, inovasi yang diluncurkan sejak tahun 2024 ini bertujuan untuk memodernisasi cara kerja peternak tradisional. Dengan adanya Go Grass, peternak tidak lagi perlu bersusah payah mencari rumput secara manual di lahan yang jauh atau terjal.
​”Kami memanfaatkan teknologi agar peternak semakin hari semakin nyaman. Jangan sampai memelihara sapi itu dianggap sulit karena harus cari rumput sendiri. Sekarang peternak tinggal telepon, pakan langsung datang,” seru Nur Kayin.
Nur Kayin menyebutkan, ​Layanan Go Grass berada di bawah sub-unit pakan KUD SAE Pujon. Melalui sistem ini, peternak dapat menghitung secara lebih akurat biaya produksi dan potensi keuntungan mereka berdasarkan pakan yang disuplai. Unit Penyedia Pakan KUD SAE Pujon siap kapanpun dibutuhkan peternak yang segera membutuhkan pakan untuk ternaknya tanpa harus pergi merumput.
“​Saat ini, KUD SAE Pujon mencatat total populasi ternak mencapai 23.700 ekor, dengan jumlah sapi perah produktif sekitar 9.000 ekor. Rata-rata produktivitas susu saat ini berada di angka 14 liter per ekor per hari,” terangnya.
Dengan layanan ini, ​Nur Kayin juga menargetkan kenaikan produktivitas sebesar 3 liter per ekor, yang jika tercapai akan menambah total produksi harian sebesar 27 ton. Dengan target tersebut, total produksi susu KUD SAE diharapkan melonjak dari 130 ton menjadi 157 ton per hari pada tahun ini. Selain fokus pada pakan, KUD SAE Pujon juga berencana memperkuat sektor hilirisasi dengan membangun pabrik susu Ultra High Temperature (UHT) di wilayah Pujon.
“​Saat ini, sekitar 98 persen hasil susu segar KUD SAE diserap oleh perusahaan-perusahaan besar seperti Nestle, Frisian Flag, Diamond, hingga Indofood (Indomilk/Ultra). Sementara itu, produk olahan mandiri seperti susu pasteurisasi telah menjangkau pasar di wilayah Malang Raya, Probolinggo, hingga Bondowoso,” imbuhnya.
​Rencana pembangunan pabrik UHT ini pun mendapat dukungan dari pemerintah sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan dan kesejahteraan peternak lokal. KUD SAE Pujon juga telah menyiapkan lahan seluas 20 hektar di kawasan Pujon untuk pengembangan infrastruktur industri tersebut.
“Kami berterima kasih atas support dari pemerintah melalui kunjungan Bapak Menteri Koordinator Bidang pangan Zulkifli Hasan ke tempat kami hari ini. Kami juga akan terus mendukung dan mensupport program bapak presiden Prabowo Subianto melalui Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan menyiapkan susu segar yang bermutu,” tandasnya. (dik/mzm)









