Tanpa Menaikkan Pajak, Investasi-PAD Jember Tertinggi di Jatim

Tanpa Menaikkan Pajak, Investasi-PAD Jember Tertinggi di Jatim
Bupati Jember, Muhammad Fawait saat diwawancarai. (Seru.co.id/sgt)

Jember, SERU.co.id – Realisasi investasi di Kabupaten Jember mencatatkan rekor impresif sepanjang tahun 2025. Nilainya menembus angka Rp2,57 triliun atau melonjak tajam sebesar 70,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Bupati Jember, Muhammad Fawait menyebut, capaian ini merupakan sejarah baru bagi ekonomi Jember. Selain itu, kenaikan investasi ini dibarengi dengan lonjakan Pendapatan Asli Daerah (PAD) tanpa membebani warga.

Bacaan Lainnya

“Pertumbuhan ekonomi tertinggi Jember ada di tahun 2025. Ini kabar menggembirakan. Bukan cuma itu, kita diiringi pertumbuhan pendapatan tertinggi se-Jawa Timur, yakni 36 persen, tanpa menaikkan pajak sedikit pun,” seru Gus Fawait, sapaan akrabnya, Selasa (7/4/2026).

Gus Fawait menegaskan, investasi adalah instrumen vital untuk memerangi kemiskinan di Jember. Dengan masuknya modal sebesar Rp2,57 triliun, tercatat ada 457 pelaku usaha yang terlibat, terdiri dari 410 Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan 47 Penanaman Modal Asing (PMA).

Efek dominonya pun terasa pada sektor lapangan kerja.

“Serapan tenaga kerja mencapai hampir 10 ribu orang. Semakin banyak investasi, lapangan pekerjaan terbentuk, maka pengangguran turun, otomatis kemiskinan ikut turun,” ujarnya.

Kendati properti masih mendominasi, kata dia, Pemkab Jember kini mulai menggenjot pemerataan ekonomi. Strateginya adalah mengawinkan pengusaha skala besar dengan UMKM lokal.

“Selain itu, sektor agrowisata seperti Puncak Rembangan dan integrasi Pantai Watuulo-Papuma terus dikembangkan,” paparnya.

Ke depan, kata Gus Fawait, program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga disiapkan sebagai motor penggerak ekonomi baru yang akan melibatkan penyedia bahan baku lokal di Jember. Guna menjaga tren positif ini, Gus Fawait berkomitmen terus mempermudah izin usaha melalui sistem JELITA (Jember Layanan Digital Perizinan Terpadu).

“Ke depan kita harus menjadi kabupaten yang ramah investasi. Selain APBD, penggerak utama adalah investasi agar masyarakat lebih sejahtera,” tandasnya.

Sebagai informasi, berdasarkan data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jember, sektor properti atau real estate masih menjadi magnet utama. Disusul kemudian oleh industri makanan dan pengolahan tembakau, serta industri kimia dan farmasi. (sgt/mzm)

 

disclaimer

Pos terkait

iklan lowongan marketing seru.co.id