Jakarta, SERU.co.id – Harga emas dunia anjlok lebih dari dua persen pada perdagangan Senin (23/3/2026), menyentuh level terendah dalam hampir empat bulan terakhir. Pelemahan ini terjadi di tengah eskalasi konflik Timur Tengah yang mendorong penguatan dolar AS. Akibatnya, daya tarik emas sebagai aset lindung nilai sementara melemah dan memicu aksi jual di pasar.
Dikutip dari Reuters, harga emas spot anjlok 2,7 persen ke posisi US$4.366,94 per troy ons pada pukul 11.32 WIB. Penurunan ini memperpanjang tren negatif selama sembilan sesi berturut-turut. Sementara itu, kontrak emas berjangka Amerika Serikat pengiriman April 2026 turun lebih dalam, yakni 4,5 persen ke level US$4.369,90 per troy ons.
Tekanan terhadap emas dipicu eskalasi konflik di Timur Tengah. Khususnya ketegangan antara Iran dan koalisi Amerika Serikat-Israel yang telah memasuki minggu keempat. Penutupan Selat Hormuz mendorong lonjakan harga minyak hingga kisaran US$100 per barel.
Penguatan dolar AS juga menjadi faktor penekan utama. Karena perdagangan energi global menggunakan dolar, kenaikan harga minyak otomatis meningkatkan permintaan terhadap mata uang tersebut. Akibatnya, indeks dolar menguat dan semakin menekan harga emas.
Daftar Isi
Proyeksi Harga: Waspada Koreksi Lanjutan
Analis komoditas, Ibrahim Assuaibi memperkirakan, tekanan terhadap emas masih berlanjut dalam jangka pendek. Ia menyebut, level support terdekat berada di US$4.423,06 per troy ons. Jika tembus, harga emas domestik berpotensi turun ke sekitar Rp2.840.000 per gram.
“Namun, peluang rebound tetap terbuka. Jika harga mampu menguat, resistance pertama berada di US$4.559,86 per troy ons, dengan potensi harga emas dalam negeri naik ke kisaran Rp2.920.000 per gram. Bahkan, jika momentum berlanjut, emas bisa menguji level US$4.681,50 dan mendekati Rp 2.980.000 per gram,” seru Ibrahim, Senin (23/3/2026).
Harga Emas Antam Hari Ini
Berikut daftar harga emas batangan Antam per Senin (23/3/2026):
– 0,5 gram: Rp1.471.500
– 1 gram: Rp2.843.000
– 2 gram: Rp5.626.000
– 3 gram: Rp8.414.000
– 5 gram: Rp13.990.000
– 10 gram: Rp27.925.000
– 25 gram: Rp69.687.000
– 50 gram: Rp139.295.000
– 100 gram: Rp278.512.000
– 250 gram: Rp696.015.000
– 500 gram: Rp1.391.820.000
– 1.000 gram: Rp2.783.600.000
Versi Bahasa Inggris
Safe Haven Kalah oleh Faktor Moneter
Ekonom CORE Indonesia, Yusuf Rendy Manilet menilai, penurunan emas saat ini lebih dipengaruhi faktor moneter dibanding geopolitik. Menurutnya, kenaikan imbal hasil obligasi meningkatkan opportunity cost memegang emas.
“Kondisi ini bukan berarti emas kehilangan fungsi sebagai safe haven. Melainkan sedang dikalahkan daya tarik instrumen berbunga di tengah ekspektasi suku bunga tinggi. Permintaan safe haven masih ada, tetapi belum menjadi faktor dominan dalam jangka pendek,” ujarnya.
Meski demikian, prospek jangka panjang emas dinilai tetap kuat. Permintaan dari bank sentral global dan investor institusi masih menjadi penopang fundamental. Pelemahan saat ini lebih dianggap sebagai fase koreksi, bukan awal tren penurunan berkepanjangan. (aan/rhd)









