Pemkot Malang Pastikan Stok Bahan Pokok dan BBM Aman, Warga Dilarang Panic Buying

Pemkot Malang Pastikan Stok Bahan Pokok dan BBM Aman, Warga Dilarang Panic Buying
Wali Kota Malang meninjau stok beras SPHP di Bulog. (Seru.co.id/bas)

Malang, SERU.co.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) memastikan, stok bahan pokok dan BBM aman. Karena itu, pihaknya menegaskan, warga tidak perlu panic buying menjelang momen Lebaran.

Wali Kota Malang, Dr Ir Wahyu Hidayat MM mengungkapkan, pengecekan stok bahan pokok telah dilakukan di pasar, ritel modern, hingga distributor. Selain itu, pihaknya meninjau ketersediaan LPG dan BBM di Pertamina Fuel Terminal Malang.

Bacaan Lainnya

“Dari hasil pengecekan tadi, ketersediaan bahan pokok, LPG dan BBM aman. Tidak ada kelangkaan, sehingga masyarakat tidak perlu panik,” seru Wahyu, Rabu (11/3/2026).

Wali Kota Malang usai memimpin rapat hasil peninjauan stok bahan pokok dan BBM di Pertamina Fuel Terminal Malang. (Seru.co.id/bas)
Wali Kota Malang usai memimpin rapat hasil peninjauan stok bahan pokok dan BBM di Pertamina Fuel Terminal Malang. (Seru.co.id/bas)

Ia menegaskan, isu yang menyebutkan adanya kekosongan stok BBM maupun bahan pokok tidaklah benar. Menurutnya, distribusi barang tetap berjalan dan stok akan terus diperbarui menjelang Lebaran untuk mencegah kekosongan.

“Saat peninjauan tadi, kami juga menemukan kenaikan harga pada sejumlah komoditas, terutama cabai. Di Pasar Sawojajar, harga cabai bahkan mencapai Rp120 ribu per kilogram,” ungkapnya.

Diakuinya, kenaikan harga cabai dipengaruhi kondisi cuaca yang menyebabkan produksi dari petani menurun. Berdasarkan pantauan pemerintah, harga cabai di tingkat petani sudah berada di kisaran Rp80 ribu per kilogram sebelum masuk pasar.

“Karena cuaca, produksi cabai berkurang sehingga harga dari petani sudah tinggi. Ketika sampai di pasar induk dan pedagang, harganya kembali naik,” ujarnya.

Untuk menekan lonjakan harga, Pemkot Malang melalui Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) akan menyiapkan sejumlah langkah intervensi. Pihaknya akan menyiapkan program Warung Tekan Inflasi (WTI), supaya harga bahan pokok stabil.

“Kami akan melihat daerah yang memiliki stok cabai dengan harga lebih rendah. Nanti kita beli dan dijual melalui Warung Tekan Inflasi supaya harga di pasar bisa ditekan,” jelasnya.

Selain itu, ia memastikan ketersediaan beras SPHP dalam kondisi aman. Berdasarkan laporan dari Bulog stok cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga lebih dari 10 bulan ke depan.

“Kemudian terkait BBM, Pertamina memastikan pasokan BBM tetap tersedia selama masa libur Nyepi hingga Idulfitri. Mereka juga siap menyuplai jika ada peningkatan kebutuhan saat Idulfitri, jadi masyarakat tidak perlu khawatir,” tuturnya.

Wahyu berpesan, masyarakat tetap tenang dan berharap peristiwa di Pasar Murah kemarin tidak terulang kembali. Pemkot Malang terus memantau ketersediaan dan harga bahan pokok menjelang Idulfitri.

“Kemarin diluar dugaan, sampai kewalahan. Itu terjadi, karena masyarakat panic buying akibat mendengar isu akan ada kelangkaan dan kenaikan harga,” tandasnya. (bas/mzm)

disclaimer

Pos terkait

iklan lowongan marketing seru.co.id