Jember, SERU.co.id – Bupati Jember, Muhammad Fawait menyebutkan, ratusan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jember bukan sekadar dapur umum. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) ini diklaim menjadi motor penggerak ekonomi di tingkat desa.
Dirinya menyampaikan, kehadiran titik layanan gizi ini membawa dampak domino bagi kesejahteraan warga Jember. Dia menilai, SPPG adalah solusi konkret untuk pemenuhan gizi sekaligus percepatan ekonomi akar rumput.
“Program ini adalah harapan baru bagi kami di Jember. Dengan ratusan SPPG yang beroperasi, ekonomi desa akan bergerak lebih cepat karena adanya penyerapan produk lokal dan tenaga kerja setempat secara masif,” seru Gus Fawait, sapaan akrabnya, Kamis (26/2/2026).
Selanjutnya, dia merinci sejumlah manfaat utama dari masifnya pembangunan SPPG di Jember. Salah satunya adalah pemberdayaan sektor pertanian dan peternakan.
“Dimana unit pelayanan diwajibkan menyerap bahan baku pangan dari petani dan peternak lokal. Hal ini memastikan hasil panen warga memiliki pasar yang pasti dan stabil,” ujarnya.
Selain itu, menurutnya, program MBG membuka lapangan kerja baru bagi warga sekitar. Mulai dari juru masak hingga tenaga logistik, sehingga menekan angka pengangguran di desa.
“Dari sisi kualitas SDM, asupan gizi yang terkontrol diharapkan membuat anak-anak sekolah di Jember lebih sehat menyongsong Indonesia Emas 2045,” paparnya.
Kendati demikian, Gus Fawait menyadari tantangan mengelola ratusan titik pelayanan. Dia menegaskan akan melakukan pengawasan ketat agar tidak ada penyimpangan oleh oknum.
“Jika ada kekurangan dalam pelaksanaan, itu adalah tanggung jawab saya sebagai Bupati. Saya telah instruksikan Satgas untuk memantau setiap dapur,” tambahnya.
“Kita ingin manfaat gizi sampai ke siswa, dan manfaat ekonomi sampai ke kantong rakyat. optimistis Jember bakal jadi barometer keberhasilan program gizi nasional,” tandasnya. (sgt/mzm)









