Cempaka Cookies Kebanjiran Pesanan Instansi Pemerintah, DPRD hingga Rumah Sakit, Konsisten Kualitas & Rasa

Cempaka Cookies Kebanjiran Pesanan Instansi Pemerintah, DPRD hingga Rumah Sakit, Konsisten Kualitas & Rasa
Cempaka Cookies kebanjiran pesanan karena konsisten kualitas dan rasa. (ist)

Malang, SERU.co.id – Memasuki Ramadan 1447 H/2026, geliat usaha kue kering di Kota Malang mulai mengalami peningkatan permintaan signifikan. Salah satunya, Cempaka Cookies kebanjiran pesanan dari instansi pemerintah, DPRD hingga rumah sakit, karena konsisten kualitas dan rasa dengan harga bersaing.

Usaha rumahan milik pasangan Djoko Winahyu (60) dan Endang Susilowati (55) ini, mampu meraup omzet puluhan juta rupiah. Endang mengaku, Ramadan menjadi bulan penuh berkah, sejak awal puasa pesanan datang berkelindan dari berbagai kalangan. Bahkan, banyak pelanggan yang memesan jauh hari sebelumnya, agar tidak kehabisan stok menjelang Idulfitri.

“Alhamdulillah, setiap Ramadan pasti ramai, pesanan terus berdatangan. Banyak yang minta diprioritaskan supaya tidak terlalu dekat dengan hari raya. Saya mengerjakannya bersama dua putri saya dan dibantu dua saudara,” seru Endang, ditemui di kediaman Perumahan Pondok Cempaka Indah View Kota Malang.

Memasuki Ramadan 1447 H/2026, geliat usaha kue kering di Kota Malang mulai mengalami peningkatan permintaan signifikan. Salah satunya, Cempaka Cookies kebanjiran pesanan dari instansi pemerintah, DPRD hingga rumah sakit, karena konsisten kualitas dan rasa dengan harga bersaing.
Beberapa ragam kue kering produk Cempaka Cookies. (ist)

Disebutkannya, pelanggan Cempaka Cookies berasal dari berbagai instansi pemerintahan, anggota dewan, hingga rumah sakit. Mereka memesan dalam jumlah besar untuk kebutuhan parsel karyawan, mitra maupun suguhan Lebaran.

Tahun ini, Cempaka Cookies kembali menghadirkan beragam kue klasik khas Lebaran. Seperti kastengel, nastar, putri salju, lidah kucing, palm cheese, sagu keju, choco chip, hingga thumbprint choco nut. Seluruh produk dibuat menggunakan resep keluarga yang telah dipertahankan sejak usaha ini dirintis 2008.

Menurut Endang, keunggulan produknya terletak pada cita rasa autentik dan tekstur khas yang konsisten terjaga. Seluruh kue diproduksi tanpa bahan pengawet, namun tetap tahan lama berkat proses produksi higienis dan pemilihan bahan baku berkualitas.

Untuk harga, Cempaka Cookies dibanderol mulai Rp40 ribu hingga Rp60 ribu per toples premium ukuran 500 gram. Harga tersebut dinilai kompetitif dibandingkan produk sejenis di pasaran.

“Kami berani bersaing, baik dari segi rasa maupun harga. Untuk kemasan premium 500 gram harganya Rp60 ribu, dan kualitas tetap terjaga,” jelas eyang putri dengan empat cucu ini.

Versi Bahasa Inggris

Sementara itu, sang suami, Djoko Winahyu sangat mendukung penuh usaha sang istri dan kedua putrinya tersebut. Pasalnya, bisnis kue kering meski hanya musiman, namun omzet selama Ramadan mampu menembus puluhan juta rupiah. Di luar musim Lebaran, usahanya tetap berjalan berupa katering, nasi kotak, kue basah, hingga pesanan khusus seperti suvenir pernikahan dan perayaan Natal.

“Saya optimis, dengan konsistensi kualitas, harga terjangkau, dan dukungan penuh keluarga, Cempaka Cookies bisa tetap eksis. Terus menjadi pilihan masyarakat melengkapi kudapan Lebaran, maupun kebutuhan katering dan suvenir,” ungkap pemilik media MalangPariwara ini. (rhd)

disclaimer

Pos terkait

iklan lowongan marketing seru.co.id