Antisipasi Siklus Tiga Tahunan, Wali Kota Batu Pimpin Gerakan PSN Serentak

Antisipasi Siklus Tiga Tahunan, Wali Kota Batu Pimpin Gerakan PSN Serentak
Kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) di wilayah Kelurahan Sisir dan penyerahan bantuan Wali Kota Batu terhadap lingkungan setempat. (ist)

​Batu, SERU.co.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Batu terus memperkuat benteng pertahanan terhadap ancaman Demam Berdarah Dengue (DBD). Pada Minggu (15/2/2026), Wali Kota Batu, Nurochman, SH, MH meninjau langsung pelaksanaan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) serentak yang difokuskan di wilayah RW 9, 10, dan 12, Kelurahan Sisir, Kecamatan Batu, Kota Batu.

Kepala Bidang Pencegahan, Pengendalian Penyakit, dan Penanganan Bencana (P2P-PB) Dinkes Kota Batu, dr. Susana Indahwati mengatakan, langkah proaktif ini diambil sebagai respons terhadap pola tren infeksi Dengue di Kota Batu yang terpantau memiliki siklus tiga tahunan. Berdasarkan data Dinas Kesehatan, terjadi fluktuasi angka kasus yang cukup tajam dalam beberapa tahun terakhir.

Bacaan Lainnya

​”Pada tahun 2023, tercatat sebanyak 128 kasus. Angka ini melonjak drastis hampir empat kali lipat pada tahun 2024 dengan total 444 kasus,” seru dokter Susan sapaannya.

Dokter Susan mengungkapkan, meskipun pada tahun 2025 terjadi penurunan signifikan menjadi 169 kasus, pemerintah tetap menegaskan bahwa ancaman belum sepenuhnya hilang.

​”Penurunan di tahun 2025 tetap menjadi perhatian dan ancaman jika kita tidak konsisten melakukan pencegahan dan pengendalian vektor DBD,” ujar Dr. Susan

​​Dalam peninjauan tersebut, Wali Kota Nurochman tidak hanya memantau kebersihan lingkungan, tetapi juga menyerahkan paket PSN secara simbolis kepada para Ketua RW yang dikunjungi. Hal ini dilakukan untuk memastikan setiap lingkungan memiliki perangkat yang cukup untuk memberantas jentik nyamuk secara mandiri.

Wali Kota juga menyempatkan diri mengunjungi warga dalam kategori rentan, diantaranya adalah penderita penyakit paliatif, balita stunting, hingga lansia.

“Kami ingin memastikan mereka mendapatkan perhatian kesehatan yang layak di tengah risiko musim pancaroba,” imbuhnya sambil didampingi Kepala Dinas Kesehatan Kota Batu, Aditya Prasaja.

​Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Batu kembali menggaungkan ajakan kepada seluruh lapisan masyarakat untuk disiplin menerapkan protokol 3M Plus, ​menguras, ​menutup dan ​mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi sarang genangan air. ​Plus upaya pencegahan lainnya seperti penggunaan obat nyamuk atau kelambu.

​“Ayo kita jaga kebersihan lingkungan mulai dari rumah masing-masing. Dengan memutus siklus hidup nyamuk Aedes aegypti, kita wujudkan Kota Batu yang sehat dan bebas dari DBD,” pesan Wali Kota Nurochman.

​Diharapkan dengan gerakan serentak ini, angka kasus di tahun 2026 dapat terus ditekan. Sedangkan siklus lonjakan tiga tahunan juga dapat diputus sepenuhnya melalui kolaborasi aktif antara pemerintah dan masyarakat. (dik/ono)

 

 

disclaimer

Pos terkait

iklan lowongan marketing seru.co.id