Bupati Fawait Targetkan Angka Kemiskinan Jember Turun Drastis dalam 5 Tahun

Bupati Fawait Targetkan Angka Kemiskinan Jember Turun Drastis dalam 5 Tahun
Bupati Jember Muhammad Fawait. (Ist)

Jember, SERU.co.id – Bupati Jember, Muhammad Fawait, menggelar agenda Sinergi Percepatan Pengentasan Kemiskinan (SITASKIN) dengan mendampingi Wakil Ketua Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin), Iwan Sumule, di Balai Desa Cangkring, Kecamatan Jenggawah, pada Kamis (12/2/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Bupati Fawait menegaskan komitmennya untuk menekan angka kemiskinan di Jember secara signifikan dalam lima tahun ke depan.

Bacaan Lainnya

Bupati Fawait menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Presiden Prabowo Subianto atas perhatian besar yang diberikan terhadap isu kemiskinan di Jember. Menurutnya, masalah kemiskinan tidak dapat diselesaikan secara parsial, melainkan membutuhkan sinergi dan kolaborasi yang kuat.

“Masalah kemiskinan ini adalah musuh bersama. Tidak bisa diselesaikan sendirian, harus ada sinergi dan kolaborasi. Hari ini adalah awal mula kolaborasi nyata antara Pemerintah Daerah dan Pusat melalui BP Taskin,” seru Gus Fawait, sapaan akrabnya, Kamis (12/2/2026).

Selanjutnya, dia mengungkapkan, kantong kemiskinan di Jember mayoritas terkonsentrasi di wilayah perdesaan, khususnya di area pinggiran hutan, perkebunan, dan pesisir pantai. Oleh karena itu, strategi pengentasan yang disiapkan akan menyasar sektor-sektor tersebut secara komprehensif, mulai dari perbaikan infrastruktur sekolah hingga program pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal.

“Pengentasan kemiskinan ini bukan sulap yang bisa selesai dalam semalam. Namun, kami berkomitmen dalam lima tahun ke depan, angka kemiskinan di Jember harus turun secara drastis dibandingkan periode-periode sebelumnya. Kita harus pastikan wong cilik di pinggiran hutan dan pantai bisa merasakan kehadiran negara,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua BP Taskin, Iwan Sumule, menyoroti posisi Kabupaten Jember sebagai salah satu daerah prioritas nasional mengingat angka kemiskinan ekstremnya yang masih cukup tinggi. Dia menekankan pentingnya program yang berkelanjutan agar penurunan angka kemiskinan dapat terjaga konsistensinya.

“Kuncinya adalah kolaborasi dan keberlanjutan. Kami hadir di sini untuk memastikan birokrasi tidak lagi menjadi penghambat bagi program-program kesejahteraan rakyat,” ungkapnya.

Sebagai bentuk aksi nyata, Pemerintah Kabupaten Jember juga menyerahkan berbagai bantuan secara simbolis yang mencakup sektor kesehatan, pangan, hingga pendidikan. Bantuan tersebut meliputi penyerahan 200 paket bantuan Gemarikan, paket Sembako senilai Rp250.000 disertai santunan tunai, serta distribusi logistik di lokasi Kampung Zakat.

Selain itu, pemerintah daerah juga mengaktivasi kembali program PBI JKN, Program Genting untuk perbaikan atap rumah, serta Program Jambanisasi guna meningkatkan sanitasi lingkungan.

Di sektor pendidikan dan sosial, diberikan pula bantuan tablet bagi anak yatim usia sekolah, kacamata pintar bagi warga tunanetra, hingga peluncuran Program Lansia Berdaya. (sgt/mzm)

 

disclaimer

Pos terkait

iklan lowongan marketing seru.co.id