Temukan Nasi Basi dan Penggunaan Saos Kemasan di MBG, Pemkab Situbondo Langsung Rapat Evaluasi

Temukan Nasi Basi dan Penggunaan Saos Kemasan di MBG, Pemkab Situbondo Langsung Rapat Evaluasi
Pemkab Situbondo melakukan rapat evaluasi di ruang Intelligence Room Pemkab Situbondo. (Seru.co.id/aza)

Situbondo, SERU.co.id Dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sudah berjalan di beberapa dapur di Kabupaten Situbondo ditemukan ada nasi yang sudah basi dalam distribusi ke sekolah. Sehingga, Pemkab Situbondo langsung melakukan rapat evaluasi di ruang Intelligence Room Pemkab Situbondo.

Wakil Bupati Situbondo, Ulfiyah mengatakan bahwa saat melakukan testimoni dari siswa memang terdapat keluhan adanya nasi yang sudah basi. Sehingga, ini menjadi catatan penting agar kualitas MBG semakin baik.

Bacaan Lainnya

“Berdasarkan testimoni siswa, memang ada nasi yang basi. Karena itu, evaluasi perlu dilakukan agar ke depan tidak ada lagi keluhan seperti ini,” seru Mbak Ulfi, sapaan akrab wakil bupati situbondo, Sabtu (30/8/2025).

Lebih lanjut, Politisi PPP itu menjelaskan agar kedepan setiap kepala dapur MBG menyampaikan menu satu minggu sebelumnya kepada Dinas Kesehatan.

“Jadi ini bertujuan untuk memastikan kandungan gizi dan takaran kalori sesuai standar kesehatan,” jelasnya.

Menurutnya, alasan setiap dapur tidak disamakan menunya dikarenakan keterbatasan bahan pangan lokal. Sehingga ada beberapa bahan kebutuhan lauk dan sayur yang masih mengambil dari luar kabupaten.

“Saat ini ada lima dapur yang sudah beroperasi, dan akan bertambah tiga dapur lagi,” sampainya.

Menurutnya, pada saat melakukan rapat evaluasi selain menemukan makanan basi juga terdapat adanya penggunaan saus kemasan dalam menu MBG. Padahal itu tidak sesuai dengan standar kesehatan.

Baca juga: Situbondo Investor Day 2025, Mas Rio Paparkan Empat Potensi Unggulan Daerah

“Kepala dapur sudah bekerja luar biasa, tapi tetap tidak boleh menggunakan bahan olahan pabrikan seperti saus kemasan. Itu dilarang oleh kesehatan,” tegasnya.

Menurut Mbak Ulfi, dugaan penyebab nasi basi terjadi karena kapasitas dapur yang terlalu besar. Karena satu dapur MBG bisa melayani hingga 3.500–4.000 siswa, jauh di atas rata-rata ideal.

“Proses masaknya jadi lebih berat. Tidak bisa lagi dimulai jam tiga dini hari, kadang harus dimasak sejak sore. Itu yang berpotensi membuat makanan tidak segar,” terangnya.

Sehingga, untuk mencegah kejadian serupa, Pemkab Situbondo meminta setiap dapur MBG melakukan evaluasi harian.

“Dengan evaluasi rutin, potensi masalah bisa ditekan. Harapannya, kualitas makanan untuk siswa terus meningkat,” harapnya.

Dinformasikan, program MBG Situbondo telah dimulai sejak 19 Agustus 2025, dan terdaypt lima Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di lima kecamatan.

Lima SPPG tersebut berada di Desa Kotakan, Kecamatan Situbondo; Kelurahan Mimbaan, Kecamatan Panji; Desa Klatakan, Kecamatan Kendit; Desa Sumberkolak, Kecamatan Panarukan; dan Desa Buduan, Kecamatan Suboh. (aza/mzm)

disclaimer

Pos terkait