Warga Jember Bisa Urus e-KTP Lewat Whatsapp dan Aplikasi Lahbako

Jember, SERU.co.id – Warga Kabupaten Jember saat ini mempunyai pilihan yang variatif untuk melakukan permohonan dokumen Kependudukan dan Pencatatan Sipil. Layanan terbaru Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) yakni Pelayanan Online. Serta jaringan aplikasi Lahbako yang telah terpasang di seluruh kantor kecamatan se-Kabupaten Jember.

Kepala Dispendukcapil Kabupaten Jember, Isnaini Dwi Susanti menyampaikan, tujuan program layanan online ini sebagai upaya memberi pilihan kepada masyarakat. Yang tidak memiliki waktu untuk datang dan mengurus dokumen kependudukan di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil.

“Pelayanan Dukcapil dengan berbagai cara, yaitu melalui daring, dalam jaringan WA online agar masyarakat dekat dengan kami dan bisa dilakukkan pengajuan adminduk di rumahnya. Kalau tidak punya HP Android bisa melalui Kecamatan, Kecamatan akan mengirim melalui sistem kami, namanya jaringan aplikasi Lahbako,” seru Isnaini Dwi Susanti, ditemui SERU.co.id di kantornya, Kamis (2/12/2021).

Isnaini juga menjelaskan, terkait pembuatan e-KTP yang belum bisa dicetak oleh Dispendukcapil, bukan karena tidak tersedianya blangko KTP. Tetapi penggunaan blangko hanya diperuntukkan untuk mencetak yang lebih prioritas dan mendesak saja.

“Untuk blangko KTP, tidak pernah kosong, selalu ada. Tetapi memang ada yang kami cetak hanya emergency saja,” paparnya.

Menurut Isnaini, yang termasuk katagori emergency yakni orang yang baru melakukan perekaman KTP-el (Print Ready Record), pencetakan akibat perubahan elemen data kependudukan, serta pencetakan KTP-el yang hilang/rusak akibat bencana.

“Kalau memang ada batas waktu yang mendesak akan kami cetak. Ada anak yang butuh sekolah, butuh KTP dan itu ada batas waktu yang saat itu harus ada KTP, itu yang kami cetak. Saat ini, itu yang terjadi,” bebernya.

Kepala Dispendukcapil Kabupaten Jember ini berharap, kepada para pemegang KTP agar bisa menjaga KTPnya dengan baik. Supaya tidak terjadi kasus seperti kekurangan blangko KTP.

“Prediksi kenapa kekurangan blangko KTP, ternyata banyak warga kita yang kehilangan KTP. Andai tidak banyak yang kehilangan KTP, tentunya tidak akan kekurangan seperti sekarang ini. Kehilangan KTP setiap bulan  sangat banyak, yang harus disiasati jadikanlah KTP sebagai bagian surat berharga,” pungkasnya. (yas/rhd)


Baca juga: